Berbuka Puasa dengan Timphan Srikaya, Kenapa Tidak?

Timphan, hampir tidak ada yang tidak mengenal dengan kue yang satu ini. Balutan daun pisang muda dan sedikit lembek menjadi ciri khas tersendiri makan asal Aceh ini.

Kue timphan sering dijumpai bulan puasa, terlebih saat mendekati lebaran Idul Fitri atau Idul Adha kue ini kerap menjadi hidangan untuk para tamu.

Biasanya jika lebaran akan tiba, kue timphan sudah disiapkan 1 atau 2 hari sebelumnya, karena kue yang punya wangi khas ini bisa tahan lebih kurang seminggu.

Tapi tidak ada salahnya juga, timphan bisa jadi pilihan untuk berbuka puasa. Isinya pun bisa disesuaikan dengan selera, dari mulai srikaya, parutan kelapa, dan jenis lainnya.

Nah, kali ini kitan akan membagikan resep timphan khusus untuk berbahan srikaya, atau sering disebut dengan nama timphan srikaya.

Bahan-bahan:

  • Telur ayam 1 gelas duralex panjang
  • Gula pasir 1 gelas duralex panjang
  • Santan kelapa kental 1 gelas duralex panjang (1/4 nya pati daun pandan)
  • Jintan manis yang dihaluskan 1 sendok teh
  • Vanili setengah sendok teh
  • Kayu manis kurang lebih seukuran 1 cm
  • Daun pisang pucuk/muda
  • Garam secukupnya
  • Mentega atau minyak makan (goreng) secukupnya

Isi Adonan :

  • Tepung ketan 1 kantong (ukuran biasa)
  • Pisang (pisang wak) matang 8 buah
  • Santan kental 1 gelas

Cara Membuatnya:

  • Srikaya. Gula dan telur dicampur dan dikocok dengan mixer, setelah rata masukkan santan kelapa lalu kocok lagi sampai merata. Masukkan jintan manis, vanili, dan kayu manis dan kocok lagi. Sesudah rata kemudian dikukus sampai matang.
  • Disaat kukus periksa apinya tidak terlalu besar sehingga masak secara merata
  • Adonan. Pisang wak ditambah gula 2 sendok makan dan garam 1 sendok teh dimasak dengan santan sampai matang, angkat dan dinginkan.
  • Campur pisang tadi dengan tepung menjadi adonan (banyaknya tepung disesuaikan, sehingga dapat menjadi adonan yang baik). Pemasukan tepung ke dalam adonan dilakukan secara sedikit demi sedikit sehingga nantinya adonannya tidak keras (batat). Kemudian bentuk adonan menjadi bulat lebih kurang sebesar buah duku.
  • Timphan. Siapkan daun pisang muda sebesar kurang lebih 15 x 20 cm, lumuri dengan minyak goreng yang dicampur dengan mentega sedikit. Pipihkan adonan bulat tadi dengan dua jari. Sesudah pipih masukkan masukkan srikaya ke dalam adonan dan dibalut. Bungkus timphan tadi dengan daun yang rapi dan kemudian kukus sampai matang.

Tidak begitu repot untuk menghidangkan kue khas Aceh ini, kopi atau teh biasanya jadi minuman pelengkap untuk menikmati timphan. Bagaimana tertarik untuk mencoba saat berbuka puasa nanti? Selamat mencoba. (ozy/red)

1 Comment

  1. alrisblog

    1 November 2013 at 20.11

    Enak betul kayaknya nih…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com