Rotan dari Simeulue Dipasarkan ke Pulau Jawa

Banda Aceh — Hasil rotan di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, selama ini banyak dipasarkan ke Pulau Jawa dengan rata-rata 300 ribu batang setiap tiga bulan sekali.

Salah seorang agen penampung saat dihubungi Antara di Sinabang menyatakan rotan yang terdiri dari tujuh jenis itu dipasok ke Pulau Jawa sebagai bahan baku mobiler rumah tangga dan souvenir.

Ia menyatakan rotan yang dikirim ke daerah tersebut setelah diolah 50 persen, yakni dengan cara direbus dengan minyak tanah, dijemur, diasapi, dicuci, dan dibersihkan sebelum dikirim.

“Rotan hasil hutan Pulau Simeulue itu tersebar di 10 kecamatan, yakni Simeulue Tengah, Simeulue Barat, Simeulue Timur, Teupah Barat, Teupah Tengah, Teupah Selatan, Salang, Alafan, Teluk Dalam dan Kecamatan Simeulue Cut,” ujarnya, Minggu (9/12).

Tujuh jenis rotan yang diminati konsumen Pulau Jawa itu yakni jenis rotan manau, manau kapur, manau cacat alam, akar manau, sideken, sibaliu, cincin dan rotan cacing.

Adapun harganya, rotan manau AB/kapur berdiameter 31 mm Rp5.000/batang, 26-30 mm Rp4.500/batang, 21-25 mm Rp3.500/batang dan 16-20 mm Rp2.500/batang. Semua panjangnya sama 3,10 meter.

Jenis rotan akar manau berdiameter 27-31 mm Rp4.500/batang, 21-26 mm Rp3.500/batang, dan 16-20 mm Rp2.000/batang. Semuanya pangangnya dua meter, jenis rotan sideken yang panjangnya empat meter berdiameter 30 mm Rp3.250/batang, 26-29 mm Rp2.250/batang, 21-25 mm Rp1.750/batang dan 16-20 mm Rp1.000/batang.

Jenis rotan baliu yang panjangnya empat meter berdiameter 30 mm Rp1.500/batang, 26-29 mm Rp1.300/batang, 21-25 mm Rp1.100/batang, dan 16-20 Rp1.000/batang.

Sedangkan katagori karena cacat alam, khusus rotan manau AB/kapur berdiameter 42-UP mm Rp3.500/batang, 31-41 mm Rp3.000/batang, 26-30 mm Rp2.500/batang 21-25 mm Rp2.000/batang, dan 16-20 mm Rp700/batang.

Kemudian, rotan cincin dan cacing dengan panjang enam meter Rp550/batang. Namun rotan ini, tidak diproduksi, karena tidak banyak permintaan.

“Untuk jenis rotan tersebut permintaan konsumen dari pulau Jawa biasanya paling banyak Januari hingga April,” katanya. (ant)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com