4 Tokoh Indonesia ini Masuk ‘Heroes of Philanthropy’ oleh Forbes

SeputarAceh.comBEBERAPA miliuner dan artis atau aktor terkadang mendirikan yayasan untuk tujuan menolong sesamanya. Para orang-orang kaya yang berhati baik ini biasanya mendermakan sejumlah uangnya untuk proyek-proyek kesehatan atau untuk menolong anak-anak yang menderita.

Seperti proyek global untuk memberantas polio, taman kanak-kanak di pedesaan, klinik kesehatan gratis atau bantuan untuk para pengungsi korban perang. Tak tanggung-tanggung, bahkan taipan semacam Bill Gates dan Warren Buffet membuat Giving Pledge, sebuah upaya untuk mengajak para orang tajir untuk mendermakan setengah dari hartanya.

Tahun lalu Forbes merilis 216 daftar philanthropists. Tahun ini Forbes memilih empat dari masing-masing 12 negara di Asia-Pasifik. Mereka memilih orang-orang yang memberikan murni uang mereka sendiri, bukan uang dari perusahaannya, kecuali jika orang tersebut memiliki kuasa penuh atas perusahaannya, karena mendonasikan dana pemegang saham tidak dianggap sebagai beramal.

Dari Indonesia, terdapat empat orang terkenal mulai dari Fashion designer hingga mantan presiden yang juga dikenal suka berderma. Berikut daftar dari Heroes of Philantrophy Indonesia sebagaimana dikutip dari Forbes, Rabu (30/5/2013):

1. Anne Avantie (49), Fashon Designer

Mendirikan Wisma Kasih Bunda, sebuah tempat tinggal di Semarang untuk anak-anak yang menderita hydrocephalus dan penyakit lainnya. Ia telah membantu lebih dari 800 anak-anak sejak mendirikan fasilitas tersebut di tahun 2002 silam. Ia juga telah membantu pengobatan tak kurang dari 2000 anak. Dan juga sebagai social entrepreneur, ia juga membiayai training dan workshop untuk penjahit, pelajar, dan para ibu rumah tangga, dan juga membuka Pendopo, toko yang menjual pakaian yang dibuat oleh penjahit lokal.

2. Irwan Hidayat (66), Owner & Chairman of The Herbal Medicine and Property Sidomuncul Group

Mengeluarkan dana sebanyak US$280.000 per tahun untuk Mudik Gratis, grup miliknya tersebut terkenal dengan acara yang mendanai para pekerja dengan penghasilan rendah di daerah Jakarta untuk pulang ke kampung halamannya selama Idul Fitri. Dimulai dari 22 tahun yang lalu, dan telah memulangkan sekitar 190.000 orang ke kampungnya dengan menyewa 300 bus per tahunnya. Sejak tahun 2010 ia mulai mendermakan uangnya sekitar US$ 2,5 juta per tahun untuk operasi mata gratis bagi para penderita katarak yang bekerja sama dengan 97 rumah sakit swasta dan 100 rumah sakit militer se Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan penderita katarak paling banyak se-Asia Tenggara.

3. Muhammad Jusuf Kalla (71), Former Indonesian Vice President, Now Chairman of Indonesian Red Cross Society

Kalla Foundations yang sudah berdiri sejak 29 tahun yang lalu ini telah mengeluarkan US$1,3 juta di tahun lalu. Banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh yayasan tersebut. Dimulai dengan memberikan sekolah gratis bagi anak-anak miskin di Sulawesi Selatan, dan menanam 10.000 pohon di sepanjang 25 km coastal road di Sulsel. Kalla juga berupaya untuk mendorong bank darah nasional untuk meningkatkan pasokan demi para pasien rumah sakit dan korban bencana.

4. Tahir (61), Founder & Chairman The Mayapada Group, and investor in Wahana Mediatama, the licensee that publishes Forbes Indonesia.

Tahir Foundations menyiapkan dana US$25 juta di April lalu untuk sebuah upaya ambisius demi memberantas penyakit polio di tahun 2018 mendatang. Bill & Melinda Gates Foundation juga turut bekerja sama untuk proyek ini. Donasi tersebut merupakan bagian dari US$200 juta public health initiative yang akan memberantas penyakit menular seperti tuberculosis, malaria dan HIV. Masing-masing yayasan akan memberikan sekitar US$100 juta. (kabarbisnis.com)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com