Sumatera Barat Kembali Jadi Tuan Rumah Sumatera Bienalle 2014

Seni rupa "instalasi" (wisnujadmika.wordpress.com)

Seni rupa “instalasi” (wisnujadmika.wordpress.com)

SETELAH berhasil melaksanakan Sumatera Bienalle pertama di tahun 2012 yang lalu, kali ini event pameran seni rupa ‘Sumatera Bienalle’ kedua yang akan digelar tahun 2014 mendatang Sumatera Barat dipercayakan kembali untuk menggelar agenda yang sama tersebut.

Pada Sumatera Bienalle pertama tersebut telah banyak membawa warna tersendiri bagi Sumatera Barat dan Sumatera umumnya dalam berkesenian khususnya seni rupa sebagai bagian dari kebudayaan yang ada secara sungguh-sungguh. Hal tersebut disampaikan Kepala Taman Budaya Sumatera Barat Muasri usai membuka secara resmi diskusi seni rupa dengan tema menyonsong Sumatera Bienalle 2014 di Gallery Taman Budaya, Rabu (31/7) kemarin.

“Dari hasil Sumatera Bienalle 2012, para perupa Sumatera dimanapun berada, telah sepakat memilih Provinsi Sumatera Barat untuk menjadi tuan rumah yang kedua kalinya di tahun 2014 mendatang dengan alasan yang kuat sekali yakni kita punya gallery yang secara keseluruhan walaupun kapasitasnya tidak begitu luas,tapi erior dan eksteriornya bagus untuk penataan pameran,” sebutnya seperti dilansir rri.co.id.

Lebih lanjut Muasri menjelaskan, ada beberapa faktor kenapa Provinsi Sumatera Barat di tunjuk kembali untuk menjadi tuan rumah pada Sumatera Bienalle tahun 2014, diantaranya galeri yang memadai dan letak yang strategis dengan provinsi tetangga.

“Dan yang kedua letaknya strategis di jantung pulau Sumatera dan ketiga kita punya hubungan langsung denga luar negeri, karena memang pameran-pameran ini kita harapkan tidak hanyak dikunjungi oleh masyarakat setempat, namun ada juga pengunjung-pengunjung atau kolektor-kolektor yang datang langsung dari luar negeri,” ujar Muasri.

Dengan dijadikannya Sumatera Barat untuk kedua kalinya sebagai tuan rumah Sumatera Bienalle 2014, menurut Muasri dengan adanya kelebihan dan kekurangannya, paling tidak dapat membawa citra positif dunia seni rupa , baik di Sumatera sendiri maupun secara nasional bahkan internasional.

Untuk itu Muasri berharap, perhelatan yang dilaksanakan sekali dalam 2 tahun ini dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam perkembangan seni rupa di Sumatera, mempererat kerja sama dengan provinsi peserta serta pihak luar Sumatera, menjalin hubungan dengan Negara tetangga, memperhatikan insfrastrukutr seni rupa sebagai tuan rumah penyelenggara melalui pemberdayaan SDM dan mensinergikan seni rupa dalam program pariwisata, seni budaya dan ekonomi kreatif di Sumatera Barat.[]

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com