Jelang Syuting, Film ‘Hijabers In Love’ Gelar Casting Online

Hijabers In LoveMESKI belum melakukan pengambilan gambar, film Hijabers In Love sudah mulai gencar melakukan promosi. Dibuka dengan program berupa lomba casting online. Untuk program ini, pihak rumah produksi Andalan Sinema menggandeng Moshaict, sebuah jaringan butik muslimah.

“Lomba casting online ini kita adakan selain sebagai salah satu tools promosi, juga untuk memberi kesempatan seluas-luasnya bagi siapapun untuk tampil di film. Selain itu, kami juga berharap bisa menjaring mereka yang potensial menjadi brand ambassador dari film kami,” jelas Putro Mas Gunawan selaku publicist Hijabers In Love, dalam rilisnya, Selasa (8/4/2014).

Syarat untuk mengikuti lomba casting online ini sangat mudah. Peserta adalah perempuan berhijab dengan usia 13 – 18 tahun yang diminta membuat video pendek berdurasi maksimal 2 menit. Di video yang di-posting di Youtube tersebut, mereka akan bercerita tentang pengalaman mereka ketika pertama kali jatuh cinta.

“Kami membuat mekanisme agar lomba ini memudahkan siapapun sesuai syarat dan ketentuan untuk berpartisipasi. Dari sini juga diharapkan agar brand Hijabers In Love akan ikut terangkat, “ tambah Putro.

Firman Baso selaku produser eksekutif film ini juga melihat potensi lomba ini untuk diramaikan puluhan ribu peserta.

“Selain syaratnya mudah, pihak kami juga menggandeng Moshaict selaku sponsor eksklusif yang menyediakan hadiah uang tunai dengan total 8 juta rupiah dan sejumlah bingkisan untuk hadiah hiburan. Jaringan luas yang dimiliki Moshaict juga kami nilai bisa bersinergi secara positif dengan Hijabers In Love sehingga kami berkeyakinan bahwa kerjasama ini bisa berjalan dengan baik, “ kata Firman.

Saat ini Hijabers In Love sudah memasuki masa pra-produksi dan baru saja menyelesaikan syuting teaser pada 5 April lalu. Begitupun, para pemeran utama film ini masih dirahasiakan.[]

1 Comment

  1. Vidra N Thia

    9 April 2014 at 11.45

    WANITA BUKAN UNTUK DIEKSPOSE!
    Janganlah “dakwah” dijadikan alasan untuk melegalkan film ini. Karena Rasulullah SAW tidak pernah mengekspose wanita dalam dakwah. Sahabat r.hum. juga tidak mengekspose wanita dalam dakwahnya.”Jika kamu meminta sesuatu kepada mereka (para isteri Nabi saw), maka mintalah dari balik hijab. Cara ini lebih mensucikan hatimu dan hati mereka.” (Al Ahzab: 53). Wanita itu mulia dan sangat berharga. Hal yamg mulia dan berharga pasti disimpan dan dijaga sebaik2 baiknya. Bukannya diumbar agar bisa “dinikmati” sembarang orang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com