Empat Kali Tsunami, Banyak Situs Gampong Pande Terkubur Lumpur

KEBERADAAN situs sejarah Gampong Pande di Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh yang merupakan cikal bakal Kerajaan Aceh Darussalam tidak lepas dari masa silam yang dipengaruhi oleh keadaan alam atau musibah yang pernah melanda Aceh.

Gampong Pande yang kini banyak menyisakan areal pertambakan tersebut menyimpan sejumlah misteri sejarah, seperti ditemukan sejumlah benda-benda peninggalan masa lalu yang berhasil SeputarAceh.com amati, Selasa (15/4/2014).

Menurut Charles Rubin dari Earth Obsevatory pada tahun 2011 menyebutkan bahwa, Aceh pernah dilanda empat kali tsunami dalam rentang waktu 500 tahun sebelumnya terakhir terjadi tahun 2004 silam yang menyebabkan situs sejarah Gampong Pande menjadi tersebar bahkan tertanam lumpur sisa tsunami.

Namun, ada beberapa warga pemerhati sejarah dan lembaga masyarakat peduli sejarah Aceh, seperti Central Information Samudera Pasai Heritage (CISAH) menelusuri situs-situs cagar budaya, dengan tujuan menyelamatkan, menginformasikan dan melestarikan tinggalan sejarah suatu negeri agar tidak hilang begitu saja untuk generasi selanjutnya.

Memang, membendung areal tambak membutuhkan anggaran yang cukup besar, tapi setidaknya lakukan digitalisasi terhadap batu-batu nisan Aceh sesegera mungkin, karena lambat-laun epitaf yang ada pada batu nisan mengalami erosi, sehingga inskripsi yang ada pada batu tidak terbaca lagi.[]

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com