Sabang Fair Festival Digelar Tepat pada HUT Kota Sabang

Pelabuhan Sabang (www.skyscrapercity.com)

Pelabuhan Sabang (www.skyscrapercity.com)

DALAM rangka Hari Ulang Tahun Kota Sabang ke-49 yaitu pada bulan Juni 2014 tepatnya pada tanggal 18-24 Juni 2014, pulau paling barat Indonesia ini akan menggelar Sabang Fair Festival 2014.

Acara ini merupakan mimpi besar masyarakat Sabang yang tidak lain menjadikan Sabang sebagai Lokomotif Pariwisata Aceh, yang nantinya akan dihadiri oleh masing-masing perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh dalam gelaran Sabang Fair tersebut.

Walikota Sabang Zulkifli H Adam, Jum’at (25/4/2014) mengatakan, pelaksanaan Sabang Fair merupakan event pembinaan inspiratif bagi perkembangan Seni Budaya dan Pameran Kreatifitas Daerah Kabupaten/Kota se-Aceh.

“Kita juga bermaksud untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai positif yang dilahirkan oleh generasi muda dalam melestarikan dan memajukan seni yang berakar dari Seni Budaya Aceh, serta memperkenalkan kehidupan masyarakat Aceh yang berbudaya Islami pada setiap wisatawan dan sekaligus sebagai filter dalam mempertahankan budaya daerah dari pengaruh negatif budaya asing,” terang Zulkifli.

Pagelaran event budaya ini dalam rangka menggali, mengembangkan nilai seni budaya seta melestarikan dan memelihara khasanah budaya bangsa Keunebah Endatu serta memperkenalkan potensi-potensi pariwisata di Bumi Serambi Mekkah ini.

Sehingga, nantinya 23 Kabupaten/Kota di Aceh yang ikut dalam kegiatan tersebut akan menampilkan kekayaan dan kearifan lokal melalui kegiatan-kegiatan lomba, pameran dan ekshibisi seni serta dapat dimanfaatkan sebagai media promosi seni budaya serta potensi pariwisata di Aceh.

Walikota Sabang meyakini dengan kegiatan ini, Sabang dapat dijadikan motor penggerak atau lokomotif perkembangan pariwisata di Aceh dan menjadi sumber pendapatan Provinsi Aceh secara umum seiring terbuka akses ekonomi ke luar negeri hingga ke eropa dan belahan dunia lainya.

“Sebagaimana yang pernah tercipta saat itu Sabang mampu menjadi ujung tombak pendapatan dan membiayai opersional angkatan bersenjata Belanda selama di Aceh. Dari sejarah, 80% biaya operasional Tentara Belanda di Aceh, disuplay dari Sabang yang memiliki pendapatan sebagai kota pelabuhan dan wisata,” katanya.

Hal itu tentu dapat diwujudkan dimasa sekarang ini, bila Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat dapat memproritaskan pembangunan di Kota Sabang disegala bidang. “Ketika Sabang maju, diyakini Aceh akan maju. Tapi jika Aceh maju Sabang belum tentu,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Sabang, Zulfi Purnawati, juga menambahkan bahwa sejak beberapa tahun terakhir masyarakat dari berbagai provinsi telah menjadikan Sabang sebagai salah satu daerah tujuan wisatanya. Wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kota Sabang di antaranya dari komunitas, selain keluarga dengan lama menginap wisatawan di Pulau Weh rata-rata tiga sampai empat hari.

“Sabang memiliki potensi wisata bahari dan surga bagi para penyelam bahkan rumah sakit di Sabang sudah memiliki dua fasilitas hyperbaric chamber untuk mengatasi decompression sickness dari para penyelam yang mengalami dekompresi secara cepat akibat terlalu cepat naik kepermukaan,” kata Zulfi. (medanbisnis/abiz)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com