Game “Meuruno Beuet” Dapat Sambutan Positif dari Kemenag Aceh

Banda Aceh — Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Ibnu Sa’dan, MPd yang dihubungi terkait dengan peluncuran Game Meuruno Beuet (MB) oleh sejumlah parktisi IT muda asal Aceh, menyatakan sangat mendukung dan akan membantu proyek pengembangan game ini sesuai kapasaitas pribadi dan jabatannya.

“Kita mendukung usaha-usaha kreatif seperti ini, dengan peran serta masyarakat, khususnya anak-anak muda ini, maka tugas kita di Kementerian Agama tentu menjadi lebih mudah,” kata Kakanwil.

“Kedepannya kita juga akan memonitor ke madrasah-madrasah yang ada di Aceh, ada banyak anak-anak kita yang punya ketram pilan dan ide-ide kreatif serta positif, mulai membuat komik strip sampai film dokumenter. Anak-anak ini harus kita dukung dan kita berikan pembinaan yang layak,” lanjut Kakanwil.

[pullquote_left]Kami ingin game MB ini menjadi simbol kebangikatan teknologi dan semangat keagamaan di Aceh[/pullquote_left]

Selanjutnta Kakanwil mengatakan bahwa dengan adanya para pemuda dan generasi penerus yang kreatif, terampil serta religius, kita yakin di masa yang akan datang mereka bisa hidup mandiri dan mampu menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat.

Sementara itu, Kasubbag Hukmas dan KUB, Juniazi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan bidang-bidang terkait untuk membantu poyek pengembangan game ini.

“Yang pasti kita dengan senang hati akan mensosialisaikan game ini kepada unit-unit kerja kita di seluruh daerah,” kata Juniazi.

Waqaf Kolektif Masyarakat Aceh

Teuku Farhan yang juga merupakan Koordinator Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) Indonesia, dalam kegiatan peluncuran Game Meuruno Beuet (MB) di Gedung Sosial, Banda Aceh, Selasa (5/6) kemarin mengatakan bahwa pihaknya telah menerima beberapa penawaran dari dontur luar Aceh dan luar negeri untuk pengembangan game ini.

Namun pihaknya masih menahan diri karena berharap banyak masyarakat Aceh, khususnya pengusaha dan Pejabat yang tertarik untuk menjadi donatur pagi proyek ini.

“Kami ingin game MB ini menjadi simbol kebangikatan teknologi dan semangat keagamaan di Aceh, kami berharap semua lapisan masyarakat Aceh mau berpartisipasi mengembangkan game ini sesuai dengan kapasitasnya masing-masing,” kata Farhan di hadapan pengunjung pameran yang antusias menyaksikan demo game MB.

“Yang ahli grafik silakan menyumbangkan skilnya, yang ahli baca quran silakan menyumbangkan suaranya, yang punya ide kreatif silakan mengkritik dan menyumbangkan idenya, yang mau belajar membuat game silakan bergabung untuk belajar bersama-sama, yang mau menyumbang uang, atau dalam bentuk barang, dengan senang hati kami akan menerimanya,” lanjut Farhan.

Sementara itu, salah satu programmer game yang juga penggiat aplikasi Blender, Alfiz Zikra mengatakan bahwa semakin baik spesifikasi komputer yang digunakan untuk membuat game ini, maka hasilnya akan lebih bagus dan lebih cepat.

“Sementara ini kita membuat game dengan modal laptop pribadi masing-masing yang kadang spesifikasinya pas-pasan, bahkan bila mati lampu kita harus kehilangan data karena kemampuan batere laptop yang sudah usang,” ujar Alfiz apa adanya.

Pihaknya berharap dukungan dari masyarakat untuk bisa saling membantu demi terwujudnya game tersebut.

“Kala ada yang mau meminjamkan komputer canggihnya kita akan sangat berterima kasih, bahkan kedepannya kita juga perlu sampel Notepad untuk menguji game ini pada aplikasi Android yang sedang populer.” demikian harap Alfiz. (*/KemenagNews)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com