Makkah — Sedikitnya hingga saat ini sudah 258 jamaah haji Indonesia meninggal dunia di tanah suci pada musim haji 2012 ini. Penyebabnya, selain sebagian besar sudah usia lanjut, tapi juga akibat kelelaham sejak sebelum puncak Ibadan di Arafah-Mina (Armina).

“Jamaah haji Indonesia yang meninggal jumlahnya meningkat terus. Sebelum puncak haji Armina, jumlah jamaah haji yang meninggal 114 orang. Setelah puncak ibadah di Armina, makin bertambah. Kalau ditelusuri, jamaah yang meninggal selain kelelahana, tapi juga memiliki penyakit bawaan,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, dr. Muhammad Ilyas Ambo Tuwo, SpPd-KP saat dihubungi Harian Terbit, Sabtu (3/11).

Melihat jumlah jamaah yang meninggal ini, diakui Ilyas, setiap musim haji tingkat kematian jamaah frekwensinya lebih tinggi. Maksudnya, polanya dari tahun ke tahun memang seperti itu. Hal ini karena waktu satu hari di Arafah dan dilanjurkan tiga hari di Mina sehingga memeras tenaga itu.

Namun kata Ilyas, jamaah justru kian bersemangat beribadah sunah, tapi banyak yang melalaikan kesehatannya. Contohnya, ada jamaah yang ditemukan sesak nafas karena terlalu tenaga untuk ibadah sunah tanpa mempertimbangkan kondisi fisik.

Berpulang pada kondisi yang ada itu, ia meminta, agar jamaah haji yang masih berada di Makkah untuk tetap menjaga kondisi fisik dan pola makan. Jamaah diharapkan tak memforsir diri untuk beribadah sudah jika fisik telah kelelahan.˜

“Jamaah juga harus memperbanyak minum agar tak dehidrasi. Untuk menjaga kesehatan, jamaah disarankan untuk meminum segelas air setiap jam dan mengonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C,” ungkap Ilyas.

Evakuasi Jamaah Sakit

Secara terpisah Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makka, Muh Ilyas, menjelaskan, Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah telah siap melakukan evakuasi terhadap sejumlah jamaah sakit menuju Madinah.

Dikatakan, jika kondisi jamaŸh stabil, mereka akan dibawa dengan bus bersama kloternya. Bila tidak,˜ akan dievakuasi dengan ambulans. Saat ini BPHI Makkah masih merawat puluhan pasien yang sebagian berasal dari pasien ketika masa Armina dan yang lainnya adalah pasien yang diikutkan dalam safari wukuf.

“Ada˜ 49 orang pasien lain yang masih dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Sebagian besar pasien adalah para lansia dengan kisaran usia 70-80 tahun. Penyakit yang diderita umumnya˜ bawaan dari Tanah Air seperti hipertensi, jantung, hingga paru menahun,” ujar Ilyas.

Selain evakuasi, pihaknya kini tengah mempersiapkan, jamaah tanazul. Dalam hal ini pihak kesehatan,˜ juga mempersiapkan untuk mengembalikan lebih dulu pasien sakit ke Tanah Air (tanazul). Rencananya akan ada 13 pasien yang akan mendapatkan tanazul itu karena kondisinya yang membutuhkan perawatan lebih intensif. (harianterbit.com)