Jakarta — Sebanyak 30 ikon kuliner Indonesia akan menjadi bahan diplomasi Indonesia karena akan selalu tersaji dalam pertemuan dan perjamuan resmi tingkat internasional.

“Sebanyak 30 ikon kuliner ini akan menjadi bahan diplomasi kita dan ini sudah mulai dilakukan sejak akhir tahun lalu,” kata Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus dan Konvensi Incentive Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ahyarudin di Jakarta, Sabtu (16/3).

Kementerian tersebut bersama kelompok kerja kuliner yang telah dibentuk akan menyusun story line dan ingredients untuk 30 ikon kuliner tersebut dalam sebuah buku yang terintegrasi.

Buku tersebut nantinya akan selalu disertakan dalam setiap promosi pariwisata termasuk acara perjamuan makan internasional yang diselenggarakan untuk kepentingan diplomasi.

“Indonesia sendiri sudah membuktikan diplomasi melalui 30 ikon kuliner ini terbukti sangat efektif dan mengena dalam event pameran pariwisata terbesar awal Maret 2013, International Tourismus Bourse atau ITB di Berlin, Jerman,” katanya.

Proses penentuan 30 ikon kuliner tradisional itu diawali dengan mendaftar kekayaan budaya kuliner tradisional yang diwariskan secara turun-menurun hingga mencapai keberadaannya di masa kini.

Tahapan seleksi dengan melalui beberapa kriteria, yakni bahan baku mudah diperoleh baik di dalam maupun luar negeri, dikenal oleh masyarakat luas secara nasional (populer), dan ada pelaku secara profesional.

Kuliner tersebut dilengkapi resep yang dibakukan, disertai penjelasan videografis tentang proses pembuatannya untuk tujuan replikasi maupun dokumentasi.

Sebanyak 30 ikon kuliner tradisional terpilih itu adalah Nasi Tumpeng, Ayam Panggang Bumbu Rujak Yogyakarta, Gado-Gado Jakarta, Nasi Goreng Kampung, Serabi Bandung, Sarikayo Minangkabau, Es Dawet Ayu Banjarnegara, Urap Sayuran Yogyakarta, Sayur Nangka Kapau, Lunpia Semarang, Nagasari Yogyakarta, Kue Lumpur Jakarta, Soto Ayam Lamongan, Rawon Surabaya, Asinan Jakarta, dan Sate Ayam Madura.

Lainnya adalah Sate Maranggi Purwakarta, Klappertaart Manado, Tahu Telur Surabaya, Sate Lilit Bali, Rendang Padang, Orak-Arik Buncis Solo, Pindang Patin Palembang, Nasi Liwet Solo, Es Bir Pletok Jakarta, Kolak Pisang Ubi Bandung, Ayam Goreng Lengkuas Bandung, Laksa Bogor, Kunyit Asam Solo, dan Asam Padeh Tongkol Padang. (ant)

KOMENTAR