Jakarta — Mengecilnya jarak antara harga jual dengan harga beli kembali (buyback) emas dari PT Antam pada perdagangan kemarin mendorong peluang utuk membeli emas akhir pekan ini, Sabtu (8/12) kembali terbuka lebar.

Pada perdagangan, Jum’at (7/12), PT Antam menaikkan harga buybacknya sehingga jarak antara harga jual dengan buyback Rp64.200, mengingat sebelumnya selisih harga dapat mencapai Rp70.000 hingga Rp80.000.

Kepala Analis PT Askap Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan menurunnya jarak antara harga jual dengan buyback PT Antam mengindikasikan harga emas akan naik ke depannya.

“PT Antam menaikkan harga buyback karena melihat potensi harga emas yang akan terus bergerak naik, dan harga emas yang bertengger kemarin yakni Rp579.200 cukup murah sehingga Antam memanfaatkan harga tersebut untuk membeli kembali emas-emasnya,” ujar Suluh.

Jika Antam saja berani menaikkan harga buyback, lanjutnya, hal yang sama juga dapat dilakukan oleh investor untuk membeli emas pekan ini.

Sementara itu, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange (NYMEX) ditutup naik pada Jumat (Sabtu pagi WIB), tetapi dalam sepekan masih berakhir merugi.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik US$3,7 atau 0,22%, menjadi menetap di US$1.705,5 per ons. Meski begitu, emas berjangka masih mengakhiri pekan ini dengan kerugian 0,4%.

Emas mendapatkan kekuatan dari data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan. Departemen Tenaga Kerja AS, Jumat mengatakan, sekitar 146.000 pekerjaan bertambah pada November dan tingkat pengangguran turun menjadi 7,7%, tingkat terendah sejak Desember 2008.

Ketidakpastian “jurang fiskal” dan kemungkinan bahwa Fedeal Reserve dapat membeli lebih banyak asset pada tahun depan juga memberikan dukungan pada emas. Selain itu, antusiasme investasi emas di Asia diperkirakan akan menjadi kuat pada 2013.

Analis pasar percaya bahwa emas telah menemukan dukungan di kisaran harga US$1,700 per ons.

Sementara perak untuk pengiriman Maret naik 1,7 sen atau 0,05%, menjadi ditutup pada US$33,131 per ons. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$6,3 dolar AS atau 0,39%, menjadi ditutup pada US$1.607 per ons. (bisnis.com)

KOMENTAR