Daftar tunggu caloh haji (calhaj) Aceh hingga awal Februari 2012 tercatat 45.081 orang. “Dengan asumsi kuota 3.924 jiwa, maka pemberangkatannya dibutuhkan waktu 10 hingga 11 tahun,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh Ibnu Sa’dan di Banda Aceh, Kamis (9/2/2012).

Ia berharap dukungan semua pihak, terutama lembaga legislatif dan Pemerintah Aceh, agar dapat mengabulkan usulan penambahan kuota haji setiap tahunnya.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama RI agar dapat mengabulkan usulan kuota sebanyak 5.000 orang/tahun, mengingat minat masyarakat berhaji meningkat setiap musim haji, katanya.

Pada musim haji 2011, Aceh memberangkatkan sebanyak 4.824 orang, terdiri atas 1.972 laki-laki dan 2.822 perempuan. Pemberangkatan calhaj Aceh setiap tahunnya melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintan, Aceh Besar.

“Pemberangkatan calhaj Aceh pada musim haji 2011 itu dengan pesawat Garuda Indonesia yang terdiri atas 14 kelompok terbang (kloter). Kami mendapatkan pelayanan baik dari maskapai penerbangan BUMN itu,” katanya menambahkan.

Di lain pihak, Ibnu Sa’dan menjelaskan bahwa dari evaluasi penyelenggaraan ibadah haji embarkasi Banda Aceh pada musim haji 2011/1432 Hijriah ditemukan sejumlah kendala dan permasalahan.

“Permasalahannya, terutama menyangkut fasilitas pendukung di asrama haji, seperti pasokan air bersih yang belum maksimal, suplai energi listrik juga kadang-kadang mati, fasilitas dapur yang belum refresentatif,” katanya.

Kendala lainnya, lanjut dia, sebagaian besar dari jemaah uzur dan sakit-sakitan. Mereka tidak didampingi keluarga sehingga menjadi beban tambahan petugas kloter dan anggota jemaah lainnya.

Terjadinya keterlambatan ketibaan pesawat saat fase pemulangan jemaah haji juga dinilai masih menjadi masalah dalam pelayanan, disamping kualitas pelayanan petugas kloter yang belum maksimal dan berkualitas, kata Ibnu Sa’dan.(berita8)

KOMENTAR