Banda Aceh — Dewan Kesenian Aceh berharap Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) terbentuk di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

“Pembentukan institut ini penting karena keberadaannya untuk melestarikan seni budaya yang ada di Aceh,” kata Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) T Kamal Sulaiman di Banda Aceh, Senin.

Ia mengatakan, DKA menggagas pembentukan institut seni budaya ini sejak tujuh tahun silam dalam sebuah seminar. Hasil seminar tersebut mendapat respons dari pemerintah pusat.

Dari gagasan tersebut, kata dia, pemerintah pusat memprogramkan pembentukan ISBI di empat provinsi, yakni Papua, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Aceh.

Atas dasar itu, lanjut dia, DKA bersama sejumlah elemen berupaya merumuskan draf dan format materi lokal yang akan menjadi dasar pembentukan ISBI di Aceh.

“Rumusan ini juga memuat masalah bagaimana kelangsungan institusi untuk 20 tahun ke depan. Rumusan ini nantinya akan diajukan Direktorat Pendidikan Tinggi,” katanya.

Ia mengharapkan institut tersebut akan menjadi wadah pendidikan pelestarian seni budaya Aceh. Sebab, selama ini banyak seni budaya Aceh hilang digerus zaman.

“Dari hasil penelitian ulang berdasarkan buku Snouck Hurgronje yang banyak menulis seni budaya Aceh, tidak sedikit kesenian Aceh telah hilang. Tentu ini akan menjadi sebuah kekhawatiran jika tidak ada yang melestarikannya,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut T Kamal Sulaiman, DKA berharap pembentukan institut seni budaya tersebut direalisasikan secepatnya. Dengan adanya institut ini akan menjadi wadah penelitian bagi pelaku seni budaya di Aceh.

“Dengan adanya institut ini, kami berharap seni budaya ataupun tradisi masyarakat Aceh yang kini tidak ditemukan lagi bisa digali kembali dan dilestarikan,” kata T Kamal Sulaiman. (ant)

KOMENTAR