Banda Aceh — Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan kondisi ekonomi di daerahnya terus membaik yang antara lain tercermin dari meningkatnya pendapatan perkapita, dan menurunnya angka kemiskinan di provinsi itu.

“Kondisi ekonomi Aceh saat ini menunjukan tanda-tanda perbaikan,” katanya dalam sambutan tertulis dibacakan Sekda Provinsi Aceh Teuku Setia Budi di Banda Aceh, Selasa (29/1) lalu.

Pada serahterima jabatan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Aceh, disebutkan pendapatan perkapita Aceh pada 2011 berkisar Rp17,46 juta, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp16,28 juta.

Jabatan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh diserahterimakan dari Mahdi Muhammad kepada Zulfan Nukman.

Tingkat kemiskinan juga terus mengalami penurunan dari 19,57 persen pada Maret 2011 menjadi 19,46 persen per/Maret 2012. Kendati tingkat kemiskinan nasional, Aceh masih relatif tinggi.

“Tapi dengan adanya peningkatan itu setidaknya menunjukkan kalau denyut nadi ekonomi Aceh sudah mulai membaik. Dan jika semua potensi terus dioptimalkan maka Aceh tentu akan bisa mengejar ketertinggalannya dibanding daerah lain,” kata Zaini menjelaskan.

Oleh karena itu, gubernur mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Aceh lebih baik lagi dimasa mendatang maka dukungan perbankan sangat dibutuhkan.

Bank Indonesia sebagai sentral dari dunia Perbankan, sudah tentu kata gubernur memiliki peran sangat besar mendorong daya dukung kalangan perbankan dalam membangun ekonomi daerah.

“Peran itulah yang selama ini dilakoni Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh,” katanya menambahkan.

Sebab melalui sistem komunikasi tripartit (Bank Indonesia- Perbankan Aceh-dan Pemerintah Aceh yang berjalan harmonis selama ini merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pembangunan Aceh, kata gubernur. (ant)