MENYIKAPI berbagai konflik agama yang terjadi di Indonesia, Global Peace Festival Indonesian Foundation mempersembahkan International Multifaith Youth Assembly (IMYA) 2013. IMYA 2013 mengangkat tema “Spreading Seeds of Peace and Love through New Interfaith Paradigm for the 21st Century” yang akan diselenggarakan pada tanggal 25-28 Sepetember 2013 di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarkan semangat toleransi dan juga pluralisme kepada generasi muda di Indonesia.

Program Coordinator IMYA 2013 I Gede Pandu Wirawan, Rabu (31/7) dalam rilisnya menuturkan, Indonesia kaya akan keberagaman, baik agama, suku, ras, bahasa dan warna kulit. Seharusnya kita bangga akan hal itu. Namun anehnya banyak perpecahan di Indonesia terjadi karena hal tersebut. Saya melihat itu semua terjadi karena tidak adanya pemahaman mengenai konsep Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, nah di IMYA ini akan kami memberikan pemahaman lebih akan indahnya keberagaman.

“Saya ingin anak muda Indonesia tidak pasif atau takut dalam membahas isu-isu keberagaman khususnya agama. Isu ini memang sensitif tapi bukan untuk dihindari melainkan untuk dibahas bersama-sama agar bisa tumbuh pemahaman akan pentingnya saling menghormati antar umat beragama dan berkeyakinan. Melalui IMYA 2013, Saya berharap makin banyak anak muda yang sadar dan peduli akan pentingnya hidup berdampingan, saling membantu dan menghormati dengan damai tanpa melihat perbedaan identitas seperti agama, suku, ras, negara”, tutur Pandu.

IMYA 2013 akan dihadiri oleh 50 peserta dari seluruh Indonesia dan 50 peserta internasional, serta para pembicara yang sangat kompeten dibidangnya, khususnya mengenai isu-isu keberagaman dan hak asasi manusia. Informasi lebih lanjut tentang IMYA 2013 bisa didapat dengan membuka laman http://bit.ly/infoimya2013. Untuk menjadi peserta IMYA 2013, pendaftaran bisa dilakukan hingga 10 Agustus 2013.

Global Peace Festival Indonesian Foundation (GPFIF) adalah sebuah organisasi non-profit dengan visi “One Family under God”. GPFIF memiliki 3 pilar untuk mewujudkan visi “One Family under God”, yaitu kerjasama antara iman, penguatan hubungan keluaraga dan budaya untuk saling membantu. GPFIF meyakini bahwa dengan menjalankan ketiga pilar ini maka seluruh umat manusia akan merasa menjadi satu keluarga yang berketuhanan tanpa mempermasalahkan perbedaan identitas seperti warna kulit, suku, ras dan negara.[]

KOMENTAR