Kuta Makmur – Instalasi jaringan listrik pedesaan di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara hingga saat ini masih buruk. Kondisi ini mengakibatkan ribuan penduduk di daerah pedalaman terancam keselamatannya.

Hal ini seperti yang terlihat dengan robohnya tiang listrik dan ’molornya’ kabel bertegangan tinggi hingga satu meter dari permukaan tanah di Gampong Blang Gurah, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.

”Kami terpaksa mensiasatinya dengan galah (lat memetik buah, Red) demi mendapatkan aliran listrik, ketimbang harus hidup di malam gelap gulita,” kata Sekretaris Gampong Blang Gurah, Nasruddin, 45,  Selasa (5/4/2010). ”Habis, mau lapor kemana, semua seperti tak ada yang peduli,” imbuhnya, kesal.

Manager PT PLN Rayon Kota Lhokseumawe, Ali Basyah membenarkan, instalasi listrik pedesaan di wilayah kerjanya banyak yang ditemukan mengalami gangguan di lapangan. ”Kebiasaanya ada tiga faktor terganggunya sambungan listrik, yakni sabotase, dimakan usia, dan bencana alam. Khusus untuk di Blang Gurah, memang dikibatkan gangguan bencana alam. Tim sudah diturunkan ke lokasi untuk melakukan penanggulangan,” imbuhnya.(*/ha/win)

KOMENTAR