Medan – Selama libur panjang, sejak Kamis hingga Minggu, Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut Aceh, menyiapkan dana sebesar Rp 125 miliar untuk ditempatkan di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) wilayah Medan dan sekitarnya.

Jumlah tersebut merupakan permintaan dari bank-bank di Medan terakumulasi pada Rabu (16/5/012) kemarin. Uang tersebut terdiri dari pecahan 100 ribu sebanyak Rp 60 miliar dan pecahan 50 ribu sebanyak Rp 65 miliar.

Selain Rp 125 miliar, ada juga permintaan sejumlah Rp 1,9 miliar terdiri dari pecahan 1000 hingga 20 ribu rupiah untuk keperluan penukaran.

Sementara sebanyak Rp 100 juta merupakan uang logam besaran Rp 100 hingga Rp 1000 untuk keperluan korporasi, seperti Carrefour, Indomaret dan pusat perbelanjaan lainnya.

Deputi Direktur, KaDiv Sistem Pembayaran BI, Kahfi Zulkarnaen, saat ditemui Tribun di kantornya, memang mengakui ada peningkatan jumlah uang yang diminta pihak perbankan menghadapi libur panjang kali ini.

Kalau biasanya per hari hanya sekitar Rp 100 miliar, pada libur kali ini jumlahnya melonjak menjadi Rp 127 miliar. “Ada lonjakan permintaan dar perbankan di Medan, mencapai 27 persen dari hari biasa. Kita memaklumi karena ini kan libur panjang. Mungkin mau ditempatkan di ATM-ATM yang berada di pusat perbelanjaan atau tujuan wisata yang biasanya banyak transaksi,” jelasnya, Rabu
(16/5).

Selain permintaan tambahan uang yang melonjak, ia juga memprediksi akan ada peningkatan transaksi kliring pada hari masuk kerja, Senin (21/5). Kalau biasanya perharinya ada perputaran kliring sebesar Rp 500 miliar, maka pada Senin nanti diprediksi bisa melonjak menjadi Rp 600 miliar hingga Rp 700 miliar.

Hal ini menyusul bertambahnya jumlah warkat yang biasanya berjumlah rata-rata 16.000 warkat menjadi 20.000 warkat. “Biasanya memang seperti itu. Sehabis liburan panjang biasanya kan banyak transaksi,” tambahnya. (tribunnews)

KOMENTAR