Seputar Aceh – Empat rumah milik Haji Umar di Jalan Kiri, Gampong Blang Cut, Suka Damai, Lueng Bata, Banda Aceh, Sabtu malam (16/10) pukul 21.30 WIB hangus dilalap api. Diduda api berasal dari lilin yang digunakan sebagai penerang karena listrik di kawasan itu padam.

“Saya dengar tiba-tiba ada tetangga yang minta tolong. Pas saya keluar, tahu-tahunya ada kebakaran,” kata Chairiati, tetangga korban yang dinding rumahnya ikut dilalap api, namun berhasil dipadamkan oleh tim jagawana api Kota Banda Aceh.

Menurut Chairiati, api berasal dari salah satu rumah kost milik Haji Umar. Saat kejadian, di lokasi tersebut sedang terjadi pemadaman listrik oleh PLN. “Listrik sudah lama mati, sekira pukul 18.00 sore. Mungkin, anak-anak gadis disana membakar lilin sebagai penerang yang mengakibatkan kebakaran,” lanjutnya.

Pemadam kebakaran Kota Banda Aceh menerjunkan enam unit mobil pemadam ke lokasi. Pemadam kebakaran dibantu warga sekitar. Api baru bisa sekira pukul 23.00 WIB.

Warga sekitar mengeluhkan keterlambatan tim pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian. Menurut mereka, pemadam kebakaran yang ada di Banda Aceh terkesan lambat bergerak. “Bangunan udah habis terbakar, baru pemadam sampai,” keluh Chairiati.

Katanya, kalau memang alasannya harus ngambil air dulu, seharusnya mobil pemadam harus sudah standby dengan tampungan air didalamnya. “Kalau alasannya tersesat, itu lucu sekali,” katanya.

Pada malam sama, di Simpang Ardath, Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Lhoskeumawe, satu rumah juga terbakar akibat lilin yang tumbang di dalam rumah. Rumah tersebut milik Asiah (40 tahun) yang ditempati Muhibul, tukang becak.

“Awalnya lilin mengenai karpet, dalam sekejap api membesar hingga meluas ke loteng dan menghanguskan atap rumah,” ungkap Rahmat, warga setempat. Warga yang melihat kepulan asap langsung membantu mengeluarkan barang dan menghubungi pemadam kebakaran.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir ratusan juta rupiah dalam musibah kebakaran akibat padamnya listrik itu. [sa-bna]