MELIHAT jejak sejarah geografi Aceh dari yang dulu hingga sekarang, Tanoh Endatu telah menjelma sebagai laboratorium bencana gempa dan tsunami yang gaungnya telah mendunia terlebih saat musibah 2004 silam.

Bahkan, rekam jejak tsunami telah menjadi destinasi wisata favorit, seperti PLTD Apung, Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, dan masih banyak lainnya.

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh M Syahputra AZ menyebutkan, kehadiran lomba foto ini sebagai bentuk sumber informasi dan pelajaran bagi generasi Aceh dan juga masyarakat dunia.

“Salah satu bentuk efektif agar benar-benar memahami peristiwa gempa dan tsunami Aceh adalah melalui gambar peristiwa yang diabadikan dalam bentuk fotografi,” sebutnya, Rabu, 23 November 2022.

Karya fotografi, kata Syahputra bisa menggambarkan secara visual betapa dahsyatnya peristiwa yang pernah mengguncang dunia tersebut sehingga menjadi pelajaran dan sumber literasi bagi generasi selanjutnya.

Maka dari itu, sebut Syahputra, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Tsunami Aceh menyelenggarakan perlombaan fotografi dan pameran bertemakan “Jejak Heritage Tsunami di Tanoh Endatu” untuk mengenang, memperingati, dan mengambil hikmah dari peristiwa gempa dan tsunami Aceh.

“Lomba tersebut dilaksanakan semata-mata merawat sejarah, promosi Aceh, mitigasi bencana, sekaligus edukasi bagi generasi yang lahir pascatsunami,” tutupnya.