Seputar Aceh – Pakar gempa dari Universitas Andalas, Badrul Mustapa Kemal mengatakan, gempa berkekuatan 7,2 Skala Ricghter yang mengguncang Nanggroe Aceh Darussalam hari ini pukul 05.15 WIB, kemungkinan adalah gempa baru.

“Gempa baru terjadi kemungkinan disebabkan pergerakan patahan Mentawai yang merupakan sesar trasnform,” kata Badrul di Padang, Rabu.

BMKG mencatat titik pusat gempa berada sebelah Tenggara Sinabang, pada 2.33 LU – 97.02 BT dengan kedalaman 34 km. Warga di Medan, Padang, dan Nias ikut merasakan guncangan gempa itu terutama setelah terjadi tiga gempa susulan berkekuatan lebih rendah.

Badrul juga menyebutkan peristiwa pagi itu membuktikan bahwa gempa masih sulit diprediksi.

“Pada umumnya pakar berpendapat setelah gempa Aceh dengan kekuatan 9,2 SR pada 26 Desember 2004, kemudian Nias dengan guncangan 8,7 SR pada 28 Maret 2005, yang telah lima bulan berlalu, daerah itu sudah stabil. Ternyata belum,” katanya.

Dia menyatakan, ada kemungkinan hal sama terjadi lagi di Sumbar, walau kecil saja.

“Meskipun demikian warga Sumbar harus selalu waspada. Karena itu, bangunan apa saja terutama bangunan-bangunan besar untuk publik, hotel, mall, sekolah, kantor-kantor, rumah yang akan dibangun dan lainnya harus dibangun sesuai standar bangunan `ramah gempa`,” katanya.(*/ant)

KOMENTAR