Banda Aceh — Pemerintah Aceh diminta agar mengakui tari saman yang berkembang di seluruh kabupaten/kota, bukan hanya dari Aceh Tengah saja.

“Kami berharap Pemprov Aceh tidak membeda-bedakan tari saman yang kian berkembang di kabupaten/kota,” kata seniman senior Aceh Syeh Kop Marbawi di Meulaboh, Senin (25/6).

Ia mengatakan, tari saman yang diakui dan dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia adalah saman secara menyeluruh, sehingga Pemprov Aceh harus mengakui semua jenis tari saman bukan hanya produksi Aceh Tengah.

“Saat kami ikut perlombaan pentas budaya Aceh di Banda Aceh, ternyata hanya bentuk bahasa Aceh Gayo (Aceh Tengah) yang dibenarkan, sementara seluruh tari saman bahasa Aceh dari kabupaten/kota lain ditolak,” katanya menegaskan.

Ia menjelaskan, tari saman sudah dijadikan warisan budaya dunia, jadi pemerintah diminta tidak mengeyampingkan tari saman selain bahasa Gayo.

“Jangan, karena hanya berbeda sedikit bahasa antara kabupaten/kota, akan menjadi pertentangan seniman di daerah-daerah,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pada dasarnya tari saman seluruhnya sama, yakni memberikan nasehat melalui pantun dan lantunan syair dengan menceritakan kisah perjuangan Aceh dan nasehat agama untuk bersatu membangun bangsa.

Kata Syeh Kop Marbawi, sejatinya dengan munculnya nama tari saman di tingkat dunia merupakan peluang Provinsi Aceh berkarir dan menarik wisatawan datang ke daerah ini, tanpa mengkotak-kotakkan suku dan bahasa yang digunakan masing-masing kabupaten/kota.

“Aceh itu umum, banyak suku dan bahasa masing-masing kabupaten, namun harapan kita Pemprov Aceh tidak membeda-bedakan bahwa tari saman Gayo adalah yang paling benar,” tegasnya.

Kata Syeh Kop Marbawi, ia bersama sejumlah penyair seniman Aceh sudah sepakat tidak akan mengikuti perlombaan seni tari saman bila dipertandingkan lagi.

Ia menjelaskan, dirinya khawatir dengan kebijakan demikian dapat meruntuhkan semangat para seniman untuk mengabadikan warisan budaya leluhur Aceh, sebab dirasakan tidak berkepihakan pemerintah terhadap melestarikan tarian ini. (ant)

KOMENTAR