Banda Aceh – Tak seperti Pemilihan Kepala Daerah di daerah-daerah lainnya. Petugas Tempat Pemungutan Suara pada Pemilukada Gubernur Provinsi Aceh yang diselenggarakan pada Senin (9/4) diwajibkan menggunakan pakaian adat.

Para petugas TPS ini mengunakan pakaian adat serba hitam lengkap dengan kopiah. Akan tetapi petugas ini hanya ada di empat titik daerah di desa Gano, Kecamatan Kuta Alam. Di TPS ini juga dihadiri oleh calon wakil wali kota Hj Illiza Sa’aduddin Djamal serta ratusan masyarakat.

“Penggunaan pakaian ini hanya bertujuan untuk membedakan antara pemilih dan petugas,” ungkap seorang petugas.

Tak hanya itu, karena pilkada Aceh juga dihadiri oleh lembaga dan pihak asing, maka ini bisa sekalian memperkenalkan kepada mereka tentang adat yang ada di Aceh.

Sementara itu, para pemilih di empat TPS itu mengaku senang sekaligus bangga dengan hal tersebut. “Pakain adat ini unik, indah dan nyaman. Ini menjadi sebuah kebanggaan kami terhadap kota ini,” ungkap Mutia.

Menurut Mutia, ini kan pesta demokrasi dalam pemilihan kepala daerah kami, maka sudah seharusnya para petugas menggunakan pakaian adat. (Simon Sinaga/Pay/skalanews)