Banda Aceh — Hingga hari kelima pasca-Lebaran, warga Banda Aceh dan sekitarnya masih sulit mendapatkan ikan segar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Pasalnya, nelayan di Banda Aceh masih belum melakukan aktivitas melaut.

Sejumlah pasar tradisional pun masih belum terlihat aktif. Hanya beberapa pedagang saja yang sudah memulai menggelar lapak dagangan mereka.

“Itupun hanya terdiri dari sayur mayur saja dan jumlahnya pun terbatas,” ujar Mahmudiah, seorang ibu rumah tangga di Banda Aceh, Kamis (23/08).

Mahmudiah mengaku sangat kesulitan mendapatkan ikan segar. “Yang ada hanya ikan bandeng dan udang, itupun jumlahnya juga tidak banyak. Belum ada macam ikan segar lainnya, ikan bandeng sulit dikonsumsi untuk anak-anak karena banyak durinya,” jelasnya.

Saridin, pedagang ikan di pasar Kampung Baru, Banda Aceh mengaku memang hanya ada ikan bandeng yang dijual di pasar. Setumpuk Ikan bandeng yang terdiri dari 3 ekor ikan ukuran sedang dibandrol dengan harga Rp 30 ribu.

“Belum ada masuk ikan lagi, karena nelayan masih belum bekerja, kalau di Lampulo ada satu dua ikan tongkol besar, itupun sisa stock akhir puasa lalu,” katanya.

Selain ikan bandeng, terlihat pula beberapa pedagang menjual udang dengang ukuran kecil dan cumi-cumi dalam jumlah yang sangat terbatas.

“Ini udang dari tambak, jadi memang jumlahnya tidak banyak,” kata Saridin.

Sejumlah nelayan di kawasan Lampulo Banda Aceh mengaku baru akan memulai aktivitas melaut pada hari Sabtu yang akan datang. (kompas.com)

KOMENTAR