Pemilihan Gubernur Aceh dan 17 kepala daerah di kabupaten/kota digelar serentak di seluruh wilayah Aceh. Pemilukada Aceh tepatnya digelar hari, Senin (9/4) dengan pengamanan ekstra ketat di berbagai wilayah seluruh Aceh.

Sekitar 3.244.680 orang pemilih akan memilih satu dari lima calon gubernur dan wakil gubernur, yaitu dua calon independen Tgk Ahmad Tajuddin dan Teuku Suriansyah serta pasangan Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan.

Tiga pasangan lainnya yang didukung partai politik yaitu Darni M Daud dan Ahmad Fauzi, Muhammad Nazar dan Nova Iriansyah yang didukung Demokrat dan PPP, dan pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang mendapat dukungan dari Partai Aceh.

Penyelenggaraan pemilihan umum kali ini juga masih dibayang-bayangi kekerasan yang masih mengintai di Aceh.

Seperti yang dilaporkan Sri Lestari, situasi keamanan dan suhu politik jelang pemilu kepala daerah terasa meningkat.

Sejumlah insiden yang terekam di antaranya adalah perkelahian antar pendukung kandidat, pembakaran kendaraan tim sukses, dan penembakan Ketua DPR Kota Lhoksumawe.

Kepolisian daerah Aceh, menyebutkan ada 37 kasus pidana selama proses pilkada. Dengan suhu politik yang meningkat, polisi menyatakan memperketat keamanan.

Juru bicara Polda Aceh Gustav Leo mengatakan untuk mencegah dan mengatisipasi pengamanan selama pemungutan suara akan diperketat, terutama di daerah rawan.

“Sejumlah daerah yang dianggap rawan antara lain, Bireun, Pidie Aceh Timur, Aceh Utara,” kata Gustav.

Tetapi kepolisian menyebutkan situasi keamanan menjelang pilkada aman dan konflik tidak meluas ke masyarakat, hanya terjadi dintara pendukung kandidat

Meski demikian, Kepolisian menerjunkan 7.930 personil dan ditambah TNI 1.749 orang, untuk menjaga kemanan di 9.786 tempat pemungutan suara. (okezone/bbcindonesia)

Beginilah potret hari pencoblosan Pemilukada Aceh seperti yang dikutip dari BBC Indonesia