Banda Aceh — Sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di pesisir timur dan utara Aceh membutuhkan suntikan anggaran dari pemerintah provinsi itu untuk meningkatkan kompetensi tenaga dosen.

“Kami terus berupaya meningkatkan kompetensi dosen yang diharapkan melalui anggaran Pemerintah Aceh,” kata Pembantu Rektor IV Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe Iskandar Zulkarnaini di Banda Aceh, Kamis (30/08).

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh Zaini Abullah.

Upaya meningkatkan kompetensi dosen, tambahnya, selama ini berjalan tertatih-tatih dan kurang maksimal dibandingkan kebutuhan tenaga pengajar, khususnya di Unimal Lhokseumawe itu.

“Sebagian besar tenaga pengajar di universitas kami adalah strata satu (S-1), meski Unimal sudah berstatus negeri sejak beberapa tahun lalu,” katanya.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh juga dihadiri Pembantu Direktur IV Politeknik Lhokseumawe Haiyum dan pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe.

Sementara itu, STAIN Malikussaleh Lhokseumawe yang saat ini memiliki tiga jurusan, masing-masing Tarbiyah, Syariah dan Dakwah dengan jumlah mahasiswa sebanyak 4.200 orang.

Minat masyarakat untuk menempuh jenjang di STAIN Malikussaleh dan Unimal Lhokseumawe cukup tinggi, namun yang menjadi masalah yakni kurangnya dosen berkompetensi S2 dan S3.

“Dengan anggaran yang terbatas selama ini maka kami berusaha mengirim dosen untuk menempuh jenjang pendidikan tinggi (S1 dan S2) baik di universitas dalam maupun luar negeri,” kata Iskandar Zulkarnaini.

Sementara itu, Gubernur Zaini Abdullah mengatakan pihaknya berkomitmen memperhatikan peningkatan kualitas pendidikan, termasuk di perguruan tinggi di Aceh.

“Saya juga berharap agar keberlajutan pendidikan bagi anak-anak korban konflik dan anak yatim di kawasan itu menjadi perhatian pihak perguruan tinggi,” katanya. (ant)

KOMENTAR