Home Berita Sulaiman Ary Tolak Mobil Dinas, ‘Cap Jempol’ Jika Masih Tidak Mau Terima

Sulaiman Ary Tolak Mobil Dinas, ‘Cap Jempol’ Jika Masih Tidak Mau Terima

Meureudu – Seorang Wakil Ketua DPRK Pidie Jaya, Ir Sulaiman Ary menolak pemberian mobil dinas baru untuknya, meski seorang anggota Fraksi Partai Aceh (PA) memintanya untuk menerima mobil itu. Menurut Sulaiman, mobil dinas yang digunakan olehnya selama ini masih layak pakai.

Sulaiman beralasan, mobil Kijang Innova yang dipakainya masih layak. Selain itu, Sulaiman beralasan dana dari Pemkab Pidie Jaya untuk pengadaan mobil dinas untuknya masih bisa digunakan untuk kepentingan rakyat ketimbang membeli mobil baru untuknya.

Sulaiman Ary, kemarin, masih enggan memberikan komentar. “Jangan ditulis komentar dari saya, karena saya tidak mau mengomentari terkait hal itu, kita lihat nanti saja,” ujarnya singkat saat ditanyakan soal penolakan pemberian mobil dinas baru untuknya.

Sementara seorang Ketua Fraksi Partai Aceh Abubakar Usman melalui anggotanya, Azwar Aswah, memuji sikap yang diambil Sulaiman. “Kami dari dulu sudah menyarankan kepada Sulaiman Ary, demi kestabilan politik di tubuh DPRK, alangkah sebaiknya ia (Sulaiman Ary, red) terima saja keputusan pengadaan mobil untuknya. Tapi dia tidak mau dan tetap saja menyuarakan seperti apa yang telah disampaikan ke publik,” kata Azwar Aswah.

Azwar menambahkan, jika sikap Sulaiman Ary tetap tidak berubah, pihaknya memberikan apresiasi dan cap jempol. “Jika dia masih tidak mau terima mobil yang sudah dibeli itu untuknya, kami dari anggota Fraksi PA mengacungkan jempol. Cap jempol dari kami untuknya. Berarti dia punya komitmen yang tinggi terhadap itu (aspirasi rakyat, red),” tambah Azwar.

Secara terpisah, Kepada PPKAD Pidie Jaya, H Jamil, mengatakan, soal adanya penolakan mobil dinas baru itu bukan urusan pihaknya. “Persoalan diterima tidaknya itu bukan urusan saya, itu urusan yang bersangkutan, kita dari Pemerintah sudah menyediakan fasilitas untuk salah seorang Pimpinan DPRK (Wakil Ketua I, red),” katanya.

M Jamil menambahkan, pengadaan mobil dinas itu karena daerah mampu melakukannya. “Kita utusannya membeli ya membeli, kasihan juga jika fasilitas sudah ada tapi tidak dipergunakan. Kemampuan keuangan untuk itu juga ada,” katanya yang mengaku tidak tahu pasti apakah Sulaiman menerimanya atau tidak.

Sementara itu, kemarin, Pemkab Pidie Jaya menyetujui pengadaan mobil dinas untuk ketiga Pimpinan DPRK Pidie Jaya, masing-masing untuk Ketua dan kedua orang Wakil Ketua.(*/ha/ari/cam)

KOMENTAR

Exit mobile version