Home Budaya Tari Saman Jadi Warisan Dunia, Gubernur Dapat Penghargaan UNESCO

Tari Saman Jadi Warisan Dunia, Gubernur Dapat Penghargaan UNESCO

GUBERNUR Aceh dr Zaini Abdullah dijadwalkan akan menerima penghargaan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco), organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang bergerak di bidang pendidikan, keilmuan dan kebudayaan berupa sertifikat.

“Sebelumnya Pemerintah Indonesia menerima penghargaan dari Unesco, selanjutnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyerahkan penghargaan itu kepada gubernur Aceh pada 25 September 2014,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Aceh, Murthalamuddin di Banda Aceh, Rabu (26/9/2014).

Penyerahan penghargaan UNESCO ini juga merupakan serangkaian kegiatan pameran warisan budaya dunia yang digelar Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 25-29 September 2014 di Jakarta.

Selain Gubernur, dari Aceh juga diundang Wali Nanggroe Malik Mahmud Alhaytar, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, serta sejumlah pejabat instansi terkait di provinsi itu.

Sebelumnya, pihak UNESCO menetapkan tari Saman sebagai warisan dunia takbenda pada 24 Nopember 2011 melalui sidang keenam Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warusan Budaya Takbenda di Bali.

UNESCO melalui sidang yang dihadiri 500 lebih anggota dari delegasi sebanyak 69 negara tersebut mengamanahkan perlindungan terhadap tari saman.

Tari saman berkembang di Gayo Lues sejak abad ke-13. Tari dengan akurasi gerakan dalam tempo tinggi ini dikembangkan oleh seorang ulama Aceh yakni Syech Saman, penyebar Islam ke dataran tinggi Tanah Gayo tersebut.

Syech Saman menyampaikan siar Islam melalui tarian tersebut. Awalnya tarian ini merupakan permainan rakyat yakni “Pok Ane”. Kemudian Syech Saman menambah sair-sair religi yang berisi pujian kepada Allah SWT.

Syair-syair religi itu diiringi dengan kombinasi tepukan tangan para penari. Dalam perkembangannya gerakan tari saman kemudian bertambah dengan kecepatan dan ketepatan gerakan tangan. Pemerintah Aceh terus berupaya melakukan revitalisasi tari seri tangan itu.[]

KOMENTAR

Exit mobile version