Sorong – Sesuai yang dijadwalkan, hari ini (Sabtu, 26/5), hasil ujian nasional (UN) untuk tingkat SMA, SMK, MA dan sederajat akan diumumkan secara serentak di wilayah Provinsi Papua Barat . Untuk tingkat kelulusan tahun ini, menurut Pjs Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Sorong Torus Sibagariang, S.IP mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Bahkan menurut Torus Sibagariang, kelulusan di Kota Sorong tahun ini mencapai 99,99 persen. “Untuk tingkat kelulusan siswa-siswi SMA,SMK dan sederajat yang telah melaksanakan ujian beberapa waktu lalu di Kota Sorong mencapai 99,99 persen, dari data yang ada untuk kelulusan siswa- siswi SMA/SMK sederajat mengalami peningkatan,” ujar Torus Sibagariang kepada Koran ini di ruang kerjanya, Jumat (25/5).

Dikatakan, hasil UN semua sudah diserahkan kepada semua SMA,SMK dan sederajat yang ada di Kota Sorong, dan hasil tersebut masih bersifat rahasia karena sesuai petunjuk pusat, hari ini baru diumumkan secara serentak.

“Dari informasi yang ada di media, di daerah lain ada yang sudah mengumumkan, kami dari Dinas Pendidikan Kota Sorong laksanakan pengumuman sesuai dengan petunjuk yang ada dari pusat. Untuk hasil ujian memang dari pusat sudah final pada tanggal 24 Mei, pada tanggal 25 sampai ke daerah dan sampai di kepala sekolah selanjutnya pada tanggal 26 Mei 2012 barulah diumumkan. Itu petunjuk yang didapatkan, jadi untuk pengumuman kami ikuti petunjuk dari pusat pada tanggal 26 Mei 2012,” terang Torus Sibagariang.

Dikatakan, tingkat kelulusan yang mencapai 99,99 persen itu merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, baik sekolah, murid, guru maupun pihak orang tua. Menyinggung tradisi pengumuman hasil UN yang setiap tahun diwarnai dengan aksi corat-coret baju seragam, Pjs Kadis Pendidikan Kota Sorong mengatakan, semestinya hal itu tidak dilakukan. Alangkah baiknya bila baju seragam yang dimiliki diberikan kepada siswa-siswi yang membutuhkan seragam tersebut.

Kalaupun para siswa tetap ingin merayakan kelulusan dengan corat-coret bisa disediakan kain polos panjang selanjutnya ramai-ramai tanda tangan atau mengekpresikan mencoret kain tersebut.

“Yang terpenting adalah dari merayakan kelulusan tidak mengganggu orang lain, tidak mengganggu keamanan masyarakat ataupun tidak corat-coret baju seragam itulah yang kita harapkan,” tandasnya.

Untuk meminimalisasi kegiatan atau aksi yang tidak diinginkan oleh para siswa, menurut Torus Sibagariang, pihaknya telah menyampaikan himbauan kepada kepala sekolah agar siswanya dapat diarahkan dengan baik dalam merayakan kelulusan, jangan sampai mengganggu keamanan, pawai (konvoi) kendaraan ataupun pesta minuman keras. (jpnn)

KOMENTAR