Pekanbaru — Satelit pemantau NOAA 18 mendeteksi kemunculan titik panas (hotspot) di wilayah Sumatra dengan grafik yang berfluktuasi dalam tiga hari terakhir.

“Untuk hari ini ada tiga titik panas. Yakni di Aceh ada dua dan satu di Sumatra Selatan,” kata Analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah, di Pekanbaru, Senin (28/1).

Sebelumnya, Minggu (27/1), kata Yudhis, titik panas juga terdeteksi ada sebanyak tiga yakni di Riau ada satu dan Sumatra Selatan dan Bangka Belitung juga masing-masing satu titik panas.

Menurut dia, kemunculan titik panas di Sumatra akan cenderung meningkat mengingat curah hujan yang terus semakin minim.

“Khusus Riau, kemungkinan juga curah hujan minim. Untuk malam ini hingga besok, diperkirakan bakal cerah hingga berawan,” katanya.

Kalaupun terjadi hujan, kata Yudhis, bakal cenderung mengarah pada Riau bagian barat dan selatan. Analis mengatakan, pada Januari 2013 sebagian besar wilayah Riau sebenarnya masih kerap dilanda hujan.

“Namun, kondisinya sudah peralihan musim dan kecenderungan lebih dominan pada cuaca cerah hingga berawan,” katanya.

Suhu udara, kata dia, juga cenderung panas, khususnya pada siang hari dengan temperatur maksimum 33 hingga 34 derajat Celsius.

Untuk kemungkinan cuaca buruk, ujar Yudhis, analisis masih mengarah pada kondisi yang normal.

“Kemungkinan-kemungkinan adanya gangguan seperti badai tropis, juga mudah-mudahan tidak ada,” katanya. (ant/metrotv)

KOMENTAR