Blangpidie – Gedung Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Kuala Batee bantuan Perancis rusak. Toilet lantai dua bocor dan menyebarkan bau tak sedap ke seluruh ruangan gedung.

Sebelumnya, seperti diberitakan Harian Aceh beberapa waktu lalu, UGD termewah di Kabupaten Abdya itu juga sarat masalah, dari ruang kerja dokter yang bocor dan sering digenangi air, tidak adanya listrik di ruang pasien, sampai seluruh toilet tidak berfungsi, sehingga pasien yang dirawat inap kesulitan saat buang hajat. “Baunya sangat menyengat sampai kita muntah-muntah,” aku seorang keluarga pasien.

Sperti yang diberitakan Harian Aceh,  Senin (8/3), Kepala Puskesmas Kuala Batee merangkap Kepala UGD Bantuan Perancis tersebut Irwandi Skm, mangaku kondisi itu sangat mengganggu, karena bocornya saluran toilet lantai dua dan merembes ke seluruh ruangan lantai satu sehingga menimbulkan bau tak sedap. “Yang kita inginkan sekarang adalah penanganan sesegera mungkin,” ujarnya.

Sebelumnya tambah Irwandi, saat serah terima gedung itu dari pihak kontraktor dan pihak perancis kepada Pemkab Abdya, pihaknya menolak menandatangani berita acara serah terima, karena pengerjaan bangunan tersebut terkesan asal jadi. “Saya tidak mau teken sebelum pihak rekanan menyelesaikan  tanggung jawabnya,” katanya.

Karena pihaknya menolak kata Irwandi, pihak rekanan pernah mau menyuapnya sebesar Rp10 juta untuk mau meneken berita acara serah terima, akan tetapi pihaknya tetap tidak mau meneken karena tidak mau menandatanganinya. “Akan tetapi saya heran, walaupun saya tak mau meneken karena bangunannya tak selesai, tapi bangunan tersebut tetap disuruh fungsikan oleh Dinas Kesehatan Abdya,” ujarnya.

Irwandi berharap agar Pemkab Abdya segera merenovasi bangunan itu demi kelancaran penanganan pasien. “Demi kenyamanan dan kesembuhan pasien, kita berharap Pemkab Abdya segera merenovasi gedung ini,” harapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Abdya H Khadry, mengakui sudah mengecek keadaan di UGD bantuan Perancis  tersebut. Pihaknya sudah mengambil inisiatif penanggulangan sementara dengan menghentikan penggunaan toilet tersebut sampai batas waktu  yang belum ditentukan. “Kita hentikan dulu sampai ada solusi selanjutnya,” ujar Khadry.

Untuk merenovasi bangunan tersebut lanjutnya, tidak ada anggaran yang bisa diajukan kepada Pemkab Abdya, karena disamping daerah mengalami devisit, juga karena bangunan UGD tersebut masih sangat baru. “Sangat lucu bangunan baru kita ajukan anggaran untuk merenovasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Abdya  Elizar Lizam SE.Ak yang dihubungi wartawan terkait masalah ini sangat menyesali keadaan yang terjadi UGD yang diakui sangat mewah tersebut. Pihaknya akan segera menurunkan Komisi-D DPRK Abdya untuk mengecek keadaan di UGD bantuan Perancis tersebut. “Kami melihat ada kecurangan tersembunyi  dibalik penerimaan bangunan cilet-cilet yang sekarang jadi masalah ini,”katanya.(fri)

(Harian Aceh)

KOMENTAR