Banda Aceh – Kalangan ulama menyerukan para pemimpin (gubernur/wakil gubernur, wali kota, dan bupati) di Aceh untuk bersatu dalam memajukan pembangunan di berbagai aspek kehidupan di provinsi itu.

“Untuk membangun Aceh ke depan yang lebih baik, maka paling penting adalah para pemimpin harus kompak, menghindari sekecil mungkin perselisihan di antara mereka,” kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali, di Banda Aceh, Rabu.

Menurut dia, jika ada kesalahpahaman antara pemimpin Aceh, misalnya gubernur dengan wakil gubernur, maka jangan sampai bersifat terbuka dan diketahui publik seperti yang disiarkan media massa pada beberapa waktu lalu.

“Yang paling penting dan menjadi harapan kami bahwa jangan sampai publik mengetahui jika diantara mereka terjadi perselisihan. Itu perlu kami ingatkan untuk ketenangan semua pihak, terutama masyarakat di Aceh,” kata dia menjelaskan.

Faisal Ali yang juga Ketua PWNU Aceh itu menyatakan jika isu perselisihan keduanya (gubernur Irwandi Yusuf dengan wakil gubernur Muhammad Nazar benar) itu benar adanya, maka harus segera diselesaikan dengan arif dan bijaksana.

Kondisi kekompakan kedua pemimpin pemerintahan di Aceh itu penting dan jangan sampai para bupati/wali kota juga terus berbeda pendapat dalam memutuskan sebuah kebijakan di daerah masing-masing.

“Kami juga mendapat laporan bahwa ada sejumlah bupati dan wakil bupati yang tidak cocok atau berselisih. Kalau itu terus dibiarkan maka bagaimana kita bisa membangun ke arah yang lebih baik,” katanya.

Oleh karena itu, Faisal Ali mengimbau agar para pemimpin Aceh, khususnya gubernur dengan wakil gubernur, harus segera membangun kembali komunikasi positif bagi kepentingan daerah dan masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

“Mengelola daerah dan negara itu ibarat sebuah rumah tangga. Artinya, pasangan gubernur dan wakil gubernur itu seperti sepasang suami isteri yang harus mempertahankan kekompakan, jangan sampai anak kehilangan pegangan dan tokoh dalam rumah tangga,” katanya memberi ibarat.

Faisal Ali menambahkan jangan sampai di antara mereka saling membuka aib. Gubernur dan wakil gubernur harus waspada menerima laporan-laporan yang mungkin saja hal itu merupakan sebuah fitnah sebagai upaya saling menjatuhkan sesamanya.(*/ha/ant)

KOMENTAR