Sanggata —  Pengamat sosial Kutai Timur, Abu Faqih, merasa heran dengan tindakan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, memberikan hadiah sebesar Rp 350 juta, untuk lima besar kontestan Indonesian Idol di Jakarta. Menurutnya, masih banyak hal penting lain yang bisa dilakukan.

“Sungguh terbukti bahwa Bupati Kutim adalah tokoh nasional yang sangat peduli terhadap seni. Sumbangan ke Indonesian Idol adalah langkah awal menuju pengembangan budaya impor,” sindirnya, Minggu (24/6/2012) malam. Padahal budaya impor bisa menggusur budaya dan kearifan lokal.

“Kalau pemimpin kita lebih gandrung pada kebudayaan impor. Maka semakin jauhlah budaya dan kearifan lokal tercerabut. Padahal orang asing saja antusias belajar budaya Indonesia,” katanya. Pada sisi lain, pengembangan budaya lokal sangat membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kalau mau mencari bakat dan talenta, kita bisa mengembangkan olahraga dan seni tradisional. Masih banyak hal yang bisa dilakukan. Jadi saya menilai sumbangan ke Indonesian Idol itu tidak ada manfaatnya,” katanya.

Abu Faqih menilai, kalaupun harus memberikan sumbangan atas nama pribadi dengan nilai relatif besar, masih banyak sektor yang menanti uluran tangan. Mulai dari pedagang kecil yang masih membutuhkan pinjaman tanpa bunga, perbaikan asrama mahasiswa, hingga infrastruktur yang mangkrak.

“Saya menilai sumbangan untuk Indonesian Idol itu tidak ada manfaatnya bagi rakyat Kutim. Kalau hanya memikirkan urusan luar, persoalan kota Sangatta yang infrastrukturnya amburadul dan tidak layak huni karena polusi, seolah tidak menjadi masalah karena rakyat maklum dan bisa bersabar,” katanya.

Karena itu ia berharap Bupati Kutim bisa lebih mencurahkan perhatian pada rakyat Kutim, termasuk pengembangan sumber daya manusia secara luas di dalamnya. Pasalnya, masih banyak rakyat Kutim yang masih jauh dari kondisi sejahtera.

Sementara itu, Bupati Kutim, Isran Noor belum bisa dikonfirmasi terkait sorotan terhadap tindakannya di panggung Indonesian Idol. Pesan singkat konfirmasi yang dikirimkan Tribun belum mendapat tanggapan. (tribunnews)

KOMENTAR