Banda Aceh – Petani asal Desa Masen, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Mauliddin (34) meraih penghargaan sebagai petani padi berprestasi tingkat nasional.

Dia juga mendapatkan kesempatan hadir pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, serta bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis (18/8) malam di Hall D Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.

Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muhammad Nazar bersama Mauliddin menunjukkan penghargaan yang diberikan Presiden. Menurut Wagub, Maulidin merupakan petani binaan Caritas Czech Republik (CCR) yang masuk ke Aceh Jaya tahun 2008 untuk membantu mata pencarian korban konflik dan musibah tsunami, dan dia tergabung dalam Kelompok Tani Cicoba, sebuah kelompok khusus untuk menguji metode Sistem of Rice Intensification (SRI).

Keberhasilan yang diraih Mauliddin tidak terlepas dari pemebianaan kontiniu yang dilakukan Pemerintah Aceh dan dirinya selaku Ketua Dewan Pangan Propinsi Aceh. “Keberhasilna ini selain kesungguhan saudara Mauliddin, juga berkat binaan kita selaku Dewan Pangan,” kata Nazar selepas buka puasa bersama di pendopo Wagub, Senin (22/8) malam.

Communication Officer dari lembaga Head of Mission CCR, Isfani Yunus, mengatakan apa yang dilakukan Mauliddin salah satunya adalah mengembangkan sistem pertanian organik SRI.

Menurut Isfani, pada awalnya lelaki pemalu itu merasa kurang tertarik dengan kegiatan SRI yang diperkenalkan Caritas, apalagi dengan metode SRI yang menurut mereka aneh karena di luar kebiasaan cara bercocok tanam.

“Walaupun awalnya skeptis, Mauliddin tetap mencoba mengikuti segala aktivitas kelompok, bahkan selalu hadir pada saat sekolah lapangan,” katanya.

Sebagai pelatih lokal metode SRI, nama Mauliddin kemudian dikenal oleh petani-petani di desa lain. Sejumlah warga berdatangan untuk menimba ilmu pertanian dari Mauliddin. Mereka belajar mengolah lahan dari proses awal hingga selesai.

“Pada awal 2010 Caritas mengangkat Mauliddin sebagai fasilitator lokal SRI dengan tugas utama memberikan pelatihan bagi kelompok-kelompok petani di desa lainnya,” jelas Isfani.

Setelah screening dan seleksi yang dilakukan di Kementerian Pertanian, Mauliddin terpilih menjadi satu dari empat orang putra bangsa berprestasi yang mendapatkan penghargaan dari presiden. “Kini terbukti, apa yang dia upayakan tidak sia-sia, dia telah berhasil dan mampu membuktikan dengan terpilih sebagai petani terbaik di Aceh secara nasional,” ujarnya.[mbd]