Banda Aceh — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh melaporkan, selama Subround II (Januari – Agustus) Tahun 2012, realisasi luas panen padi di Aceh mencapai 287,3 ribu hektar (Ha).

Kepala BPS Aceh Syech Suhaimi Sabtu (3/11) menyebutkan, dibandingkan realisasi luas panen periode sama tahun sebelumnya, luas panen mengalami peningkatan sebesar 25,2 ribu ha, terjadi peningkatan sebesar 9,60 persen. Kondisi itu, berdasarkan angka ramalan II tahun 2012.

Selama periode Januari – Agustus 2012, kata Syech, juga terjadi peningkatan produksi padi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2011, dari sebesar 1,24 juta ton menjadi 1,34 juta ton pada periode yang sama tahun 2012 atau naik sebesar 7,65 persen.

Berdasarkan angka ramalan II, pada tahun 2012 diperkirakan akan terealisasi luas panen padi sebesar 38.882 ribu ha. Artinya, akan terjadi peningkatan luas panen 1,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan rata – rata produksi per hektar pada tahun ini, diperkirakan sebesar 46,19 Kw/ha. Realisasi luas panen diperkirakan 1,79 juta ton gabah kering giling (GKB) yang merupakan produksi terbesar selama 10 tahun terakhir. “Jika dibandingkan tahun lalu, produksi tahun ini diperkirakan meningkat 1,15 persen,”terangnya.

Sedangkan untuk komoditas palawija, realisasi luas panen sampai Subround II tahun 2012 memperlihatkan peningkatan pada semua jenis komoditas, kecuali ubi kayu dan ubi jalar yang mengalami penurunan. “Komoditas jagung dan kacang hijau juga mengalami sedikit penurunan baik luas panen maupun produksinya,”pungkas Syech Suhaimi.

Sementara luas panen jagung akan mengalami penurunan sebesar 0,82 persen dibandingkan luas panen pada 2011. Sedangkan untuk kacang hijau luas panen juga diperkirakan menurun sebesar 6,68 persen dibandingkan luas panen tahun sebelumnya. “Produksi kacang hijau diperkirakan menurun 4,70 persen,”demikian ujar Syech. (jpnn.com)

KOMENTAR