UNIT Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh mencatatkan kunjungan sebanyak 13.764 orang selama dua hari masa libur Idulfitri 1447 H. Lonjakan arus wisatawan domestik maupun mancanegara tersebut terpantau pada periode 23 hingga 24 Maret 2026.
Berdasarkan data resmi pengelola, puncak kunjungan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 dengan total 8.219 orang.
Angka tersebut terdiri atas 1.971 pengunjung anak-anak, 6.198 pengunjung dewasa, dan 50 wisatawan mancanegara yang didominasi warga negara Malaysia, Singapura, serta sejumlah negara di Eropa.
Pada hari sebelumnya, Senin, 23 Maret 2026, museum mencatat total 5.545 kunjungan. Rinciannya meliputi 1.344 pengunjung anak-anak, 4.188 pengunjung dewasa, dan 13 wisatawan mancanegara.
Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar, menyatakan bahwa tren positif ini menunjukkan Museum Tsunami kini tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan edukasi kebencanaan bagi keluarga.
“Kehadiran lebih dari 13 ribu pengunjung dalam kurun dua hari menunjukkan pesan edukasi kebencanaan dari Aceh telah menjangkau audiens yang luas. Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menjadikan museum sebagai bagian dari agenda silaturahmi di hari raya,” ujar Syahputra di Banda Aceh, Selasa, 24 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak manajemen telah memperkuat personel di sejumlah titik krusial guna memastikan kelancaran arus pengunjung. Pengelola berkomitmen untuk menjaga standar pelayanan dan protokol kenyamanan bagi seluruh tamu.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar setiap pengunjung mendapatkan pengalaman mendalam mengenai sejarah dan mitigasi bencana selama berada di sini,” pungkasnya.





Belum ada komentar