Jambo Aye – Seorang warga Gampong Lhok Bintang Hu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, ditampar oleh seorang kepala sekolah dasar karena mencuri durian.

Namun, keluarga korban bernama Yusri yang tidak terima perlakuan itu dan melaporkan Usman, Kepala SD Negeri Samakurok ke Polsek Tanah Jambo Aye.

Razali, paman Yusri, Rabu (7/7/2010), mengisahkan, pada hari naas itu, Kamis 1 Juli lalu, Yusri nekat mengambil durian milik Usman.

Saat itu ia mengaku kepada istri Usman bahwa dirinya telah mengambil durian. Dan jika memang diharuskan membayar, maka ia akan membayar.

“Namun, bukannya mendapat respons baik, Usman malah menampar keponakan saya. Alhasil, Yusri kini menjadi linglung dan kurang waras,” tukas Razali.

Ketika menemui wartawan, Yusri sering berbicara tidak jelas. Sesekali tertawa terbahak-bahak. Namun, belum ada keterangan medis menyimpulkan Yusri linglung akibat ditampar Usman.

Parahnya lagi, lanjut Razali, saat kejadian ini dilaporkan kepada geusyik setempat, malah sang kepala desa menyuruh Yusri diusir. Padahal, keanehan Yusri mulai terlihat tiga hari setelah kejadian.

Abdurahman, 40, saksi mata asal Gampong Lhok Bintang Hu, menyebutkan dirinya melihat Usman memukul bagian kepala Yusri beberapa kali. Kala itu, ia mengaku sempat melarang, namun tidak digubris.

Geusyik Lhok Bintang Hu, Armansyah membenarkan dirinya memang sempat menyuruh Razali mengusir Yusri. “Dia (Yusri –red) itu penyakit di kampung ini. Dia itu mengonsumsi narkoba. Bahkan hasil pertanian saya sudah tiga kali dicuri Yusri,” papar Armansyah.

Dia menyebutkan, pihaknya sudah mencoba mengupayakan jalan damai antara pihak Yusri dan Usman. Namun tidak ada titik temu. Pasalnya, pihak keluarga Yusri meminta agar Usman mengobati korban sampai pulih.

Di lain pihak, Usman meminta agar ada fakta medis yang menyatakan bahwa tamparannya mengakibatkan orang gila. Saat ini pihak Polmas Polsek Tanah Jambo Aye, sedang berupaya mendamaikan kedua belah pihak.

Sementara, Usman membantah dirinya telah memukul kepala Yusri berulang kali. “Tidak benar saya pukulnya berulang kali. Hanya sekali. Itu pun saya pukul karena dia (Yusri) mengacungkan sangkur ke arah saya.”

“Setelah itu saya langsung menyelamatkan diri, sedangkan sangkurnya sekarang ada sama Pak Geusyik, ujar Usman sembari menambahkan Yusri telah beberapa kali mencuri kelapa muda, durian, dan hasil pertanian miliknya.

Usman juga meminta keluarga Yusri bisa membuktikan secara medis bahwa tamparannya bisa membuat orang kurang waras. “Jika ada pernyataan medis bahwa tamparan saya membuat orang gila, maka saya dengan senang hati mengobatinya hingga sembuh.”

“Tapi, kalau gilanya karena narkoba, saya tidak mau tanggung jawab, mengingat selama ini dia juga memakai segala jenis narkoba,” tukas Usman.(*/ha/zfl)