Aceh Besar – Kontak senjata antara aparat kepolisian dengan kelompok yang diduga bersenjata hingga saat ini masih berlangsung di kawasan pegunungan Seulawah Kabupaten Aceh Besar.

Kondisi lapangan, Kamis (4/3), suara tembakan masih terdengar dalam jarak sekitar satu kilometer dari lokasi dekat simpang Cot Buket, Lamkabeu kecamatan Seulimum.

Aksi baku tembak berlangsung sejak sekitar pukul 12.00 WIB dan beberapa kali rentetan senjata menyalak. Aksi tersebut berkaitan dengan upaya pengejaran kelompok yang diduga teroris. Tembak menembak terjadi antara satuan Brimob yang didukung tim antiteror dengan kelompok bersenjata dan diperkirakan berjumlah puluhan orang.

Sebelumnya, seorang warga gampong (desa) Meunasah Tunong, Kemukiman Lamkabeu, Nurbahri, 60, meninggal dunia akibat ditembak, namun belum diketahui siapa pelakunya.

Penembakan terjadi pada Rabu (3/3) sekitar pukul 22.00 WIB, saat Nurbahri hendak pulang ke rumah setelah melihat tanaman padinya di sawah yang jaraknya tidak begitu jauh dari kediamannya.

Korban sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Jantho, namun akhirnya meninggal dunia dan dibawa kembali ke rumah duka. Nurbahri dikebumikan sekitar pukul 15.00 WIB

Sementara itu suasana sekitar lokasi dilaporkan mencekam. Warga tidak berani ke sawah dan sebagian mereka yang rumahnya berada sekitar lokasi pengepungan tidak berani pulang.

“Kami tidak berani ke sawah, bukan tidak diizinkan tapi kami takut karena banyak polisi bersenjata lengkap dan baku tembak masih terjadi,” kata Anita, 30, seorang warga setempat.

Aksi baku tembak terjadi terkait penyisiran polisi karena diduga jaringan yang diperkirakan merupakan bagian dari kelompok pegunungan Jalin, Jantho Aceh Besar melarikan diri ke kawasan itu.

Selain melakukan pengepungan dari darat yang dilakukan aparat Brimob berkekuatan dua kompi serta tim anti teror, juga pemantauan dari udara dengan mengerahkan satu unit helikopter. (*)

(MIdotcom)

KOMENTAR