Jakarta — Komunitas mahasiswa dan pemuda Aceh Jakarta Raya (Kompa Jaya) menggelar peringatan delapan tahun bencana gempa bumi dan tsunami yang pernah melanda provinsi Aceh pada 26 Desember 2004.

“Peringatan delapan tahun tsunami kita lakukan pada Selasa kemarin di Asrama Foba Jakarta Selatan,” kata ketua panitia pelaksana, Rahmat Musfikar, di Jakarta, Rabu (26/12).

Dalam acara peringatan tersebut, para mahasiswa dan pemuda Aceh yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya menampilkan pertunjukkan seni, muhasabah, dan pelantikan kepengurusan organisasi Kompa Jaya periode 2012-2014.

Pertunjukan seni berupa musikalisasi puisi oleh seniman Aceh, Fikar W Eda, serta penampilan musik dari grup Jroeh Aceh, testimoni para korban Tsunami, nasyid dari Kompa Jaya dan tari Likok Pulok.

Rahmat mengatakan, inti acara peringatan gempa dan tsunami tersebut sebagai momentum agar masyarakat Aceh bisa menjaga perdamaian dan merenungkan dampak dari tsunami yang telah memberikan perubahan di segala lini kehidupan masyarakat.

“Acara ini sebagai momentum bahwa janganlah menganggap tsunami itu hanya sebatas kenangan belaka. Sepatutnya adalah sebuah teguran atau peringatan yang harus diambil hikmahnya sehingga melahirkan perdamaian di Serambi Mekkah,” katanya.

Peringatan tersebut dihadiri oleh para tokoh, mahasiswa, para pemuda dan masyarakat Aceh yang ada di Jabodetabek dan Bandung.

Dia mengatakan, peringatan tersebut sekaligus sebagai ajang silaturrahmi masyarakat Aceh yang ada di perantauan agar lebih memberikan perhatian terhadap keberlangsungan perdamaian di Aceh.

Gempa bumi dan tsunami terjadi pada Minggu 26 Desember 2004 sekitar pukul 08.15 WIB, gempa kuat menguncang Aceh yang ikut dirasakan sejumlah daerah dan negara terdekat.

Bencana alam tersebut merenggut lebih dari 100 ribu jiwa dan meluluhlantakkan daratan di pesisir barat Aceh. (ant)