Jumlah pengguna Facebook di Indonesia saat ini sudah mencapai 21,5 juta orang. Potensi ini harus digunakan oleh para pebisnis untuk mulai mempromosikan produk dan profil usahanya melalui jejaring sosial tersebut.

Demikian disampaikan Nukman Lutfie, CEO Juale.com dan Virtual Consulting saat ditemui dalam Pesta Wirausaha 2010 di Balai Kartini Jalan Jenderal Gatot Subroto Jakarta, Minggu (11/4/2010).

“Kalau jadi pengusaha, tugas utama adalah cari tempat-tempat yang ada calon pembeli, yaitu dengan mencari tempat ramai dan tempat ramai sekarang adalah Facebook. Di situ kita bisa mendekati orang langsung dalam jumlah besar,” ujar Nukman.

Ia menambahkan, pengguna jejaring sosial Facebook Indonesia merupakan calon-calon pembeli potensial yang harus dibidik para entepreneur. Hingga 5 April 2010, jumlah pengguna jejaring sosial Facebook Indonesia telah meningkat secara signifikan menjadi 21,5 juta orang.

Berdasarkan data, 44 persen dari pengguna Facebook tersebut selalu mengakses internet setiap harinya. Dimana dari seluruh para pengakses Facebook harian tersebut, sekitar 70 persennya mengalokasikan waktu 2-3 jam di depan layar komputer. “Ini menunjukkan bahwa cara menjangkau orang semakin mudah,” ucapnya.

Menurutnya, Facebook atau bahkan Twitter menjadi media yang tepat untuk membangun pencitraan (branding). Pembentukan branding baru akan efektif jika dilakukan berulang-ulang karena tujuannya adalah menanamkan ke alam bawah sadar calon pembeli.

“Pada saat ini, seseorang tidak butuh barang yang branding. Namun karena dilakukan terus menerus maka tertanam dan saat butuh, kita ingat brand A,” imbuhnya.

Untuk membentuk pencitraan maka seorang pebisnis online harus memanfaatkan secara maksimal segala resource (sumber) yang disediakan di dunia maya. Menurut dia, sebagai pebisnis bermedia internet haruslah mempunyai kemampuan analisis yang baik. Karena banyak data yang disajikan pada dunia maya ini.

Salah satunya yaitu dengan menggunakan fasilitas google analitic. Fasilitas dari situs pencari (search engine) ini menyediakan data perkembangan website si pengusaha. Apakah pada hari ini banyak orang yang mengakses website A, dan berapa banyak pengakses yang bertahan untuk terus berlama-lama di website, bisa terpantau dan tercatat di google analitic.

“Manfaatkan google analitic. Ini bagian dari lifesyle online, karena sebagai pengusaha online maka lifestyle juga harus online. Kita bisa analisa, mereka buka apa saja sih,” jelasnya.

Dari data para pengguna Facebook misalnya menunjukan bahwa para pengakses Facebook didominasi oleh usia 18-24 tahun. Kemudian disusul usia matang, 25-40 tahun. “Dengan analisa sederhana, maka akan diketahui produk-produk apa yang akan laku untuk kategori umur tersebut,” katanya.

Lebih lanjut diutarakan Nukman, pengusaha online wajib hukumnya mempunyai website berdomain korporasi. Email-pun harus mencerminkan usaha yang bersangkutan. Website nantinya merupakan media yang efektif dalam menampilkan seluruh barang jualan mereka. “Masak pengusaha pinginnya gratis. Bikin dong domain. Email juga jangan pakai gmail, yahoo,” katanya.(*/dtf)

KOMENTAR