SEBANYAK 30 mahasiswa program sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh melaksanakan kegiatan On the Job Training (OJT) dan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) terpadu di negara Malaysia.

Pelepasan rombongan mahasiswa Kampus Paya Lipah ini dilepas secara resmi oleh Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Rusyidi Mukhtar SSos didampingi Rektor IAI Almuslim Aceh Dr Nazaruddin MA, Jumat malam, 8 September 2023.

Nazaruddin menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang telah dilakukan sebelumnya dengan sejumlah universitas atau kampus yang ada di Malaysia, seperti Universiti Sultan Azlan Shah (USAS), Universitas Malaya (UM), Institut Kemahiran Islam Darul Ridzuan (IKDAR) Persekutuan Perak, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Yayasan Addin di Perak Malaysia.

“Mahasiswa sarjana yang mengikuti program ini terdiri dari 15 orang dari program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), 12 dosen, dan 15 mahasiswa pascasarjana (S2) Prodi PAI. OJT dan KPM terpadu dilaksanakan selama satu bulan nantinya,” kata Nazaruddin.

Para dosen bersama mahasiswa, sebut Nazaruddin, nantinya akan mengikuti kegiatan konferensi internasional di universitas tersebut, dan juga melaksanakan pengabdian di Kampung Yan, Malaysia.

“Program OJT dan KPM Terpadu ini merupakan tuntutan pertukaran mahasiswa dan dosen program merdeka belajar, dan juga suatu kebutuhan untuk pengembangan kampus IAI Almuslim Aceh. Kegiatan ini menjadi nyawa akreditasi yang dalam tuntutannya ada poin kerjasama baik di dalam dan luar negeri. Tidak hanya bisa melakukan kerjasama, tetapi juga harus ada hasilnya. Jadi, hasil yang kita laksanakan ini menjadi bagian dari implementasi dari MoU yang telah dilaksanakan sebelumnya,” papar Nazaruddin.

Kegiatan mahasiswa dan dosen ke Malaysia selain pengembangan sumber daya manusia. Juga untuk menaikkan nilai akreditasi kampus IAI Almuslim Aceh, saat ini akreditasi sudah baik sekali (B), berharap bisa memperoleh unggul ke depan.

Selama melaksanakan OJT dan KPM Terpadu di Perak Malaysia, mahasiswa dan dosen tinggal di kompleks kampus dan sekolah. Selain belajar mereka juga melaksanakan praktek, dalam hal ini juga bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

Harapannya dengan pelaksanaan program tersebut, mahasiswa bisa memperoleh pengetahuan tambahan. Tentunya ada suasana berbeda antara Aceh dengan luar negeri, baik sisi manajemen, dan tata kelola.

“Kita harapkan mereka pulang nanti bisa memperbaiki kualitas pendidikan di Aceh pada umumnya. Yang kedua, kita harap On the Job Training (OJT) Internasional ke Malaysia ini, memberi pengalaman kepada mahasiswa,” kata Nazaruddin.

Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Kabupaten Bireuen, Rusyidi Mukhtar, berharap mahasiswa dan dosen dapat memperlihatkan kepada masyarakat Malaysia, cerminan benar-benar warga muslim dan lahir dari IAI Almuslim Aceh.

“Banyak hal yang bisa dipelajari dan juga diharapkan menambah berbagai pengetahuan selama disana,” ujarnya.

Rusydi menambahkan, kesempatan melaksanakan OJT dan KMP Terpadu menjadi salah satu program meningkatkan kualitas pendidikan dan juga kualitas lulusan.

“Gunakan kesempatan yang baik dan aplikasikan berbagai kelebihan dari negara orang untuk daerah sendiri,” ujarnya.