Palembang — PT Hutama Karya (HK) ditunjuk pemerintah untuk membangun jalan tol lintas Sumatera mulai dari Lampung hingga ke Nangroe Aceh Darussalam. Pembangunan yang berlangsung dalam beberapa tahap itu akan diawali di Sumatera Selatan mulai dari Desa Ibul besar di Kecamatan Pemulutan hingga ke Kota Palembang.

“Dipastikan awal Maret mendatang pembangunan fisiknya akan segera dimulai,” ujar Direktur Utama PT HK Tri Wijayanto dihadapan wartawan usai memberikan paparan dihadapam Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Jumat (2/11).

Tri mengatakan tol lintas Sumatera itu akan dibangun secara bertahap mulai dari Lampung hingga ke Aceh. “Untuk Sumsel kita awali di daerah perbatasan Ogan Ilir dan kota Palembang,” katanya.

Pembangunan tol lintas Sumatera ini, kata dia, sudah digagas semenjak beberapa tahun terakhir namum kerap mendapatkan kendala sehingga baru terlaksana tahun depan.

Dalam tahapan awal, Sumatera Selatan akan mendapatkan jatah tol sepanjang 22 Km mulai dari arah kampus utama Universitas Sriwijaya (Unsri) hingga Kota Palembang. Kawasan yang termasuk jalur utama lintas timur Sumatera itu terbilang daerah rawan macet karena lebar jalan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas. Utamannya lagi ketika tidak ada regulasi yang mengatur lalu lintas kendaraan angkutan batubara yang jumlahnnya hingga ribuan unit.

Berbicara hambatan, Tri mengaku timnya sempat mengalami kendala pada saat pembebasan lahan. Namun persoalan itu secara bertahap dapat dituntaskan.

“Kendala yang sudah sangat biasa ada pada soal pembebasan lahan dan di sini masyarakat cukup kooperatif sehingga pembangunannya akan segera kita mulai tahun depan,” katanya.

Gubernur Alex Noerdin memastikan jalan tol lintas Sumatera sudah mendesak dibangun agar mobilitas pergerakan kendaraan dari arah Selat Sunda di Pulau Jawa menuju kota-kota di Sumatera, semakin lancar. Menurut Alex, kehadiran jalan tol dapat menekan biaya operasional bagi perusahaan yang bermukim di sepanjang jalur yang dilintasi.

Tidak hanya itu ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Sumatera lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa.
Menyangkut 22 kilometer jalan tol yang dibangun di Sumatera Selatan, menurut Alex, hal itu merupakan langkah maju.

“Selama ini saya selalu mendengarkan keluhan dari warga yang setiap hari terjebak macet di sana, dan mudah-mudahan tidak ada lagi keluhan itu karena tol dipastikan akan lebih efisiensi waktu dan uang,” ujar Alex. (tempo.co)

KOMENTAR