Sigli – Satu lagi penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (Aids) ditemukan di Pidie. Pasien atas nama Fit, 29, lajang, warga Kramat Dalam, Kota Sigli terpaksa dirawat di Unit Penyakit Dalam Wanita (UPDW) RSU Sigli, sejak Jumat (9/7/2010) silam. RSU Sigli belum memiliki tempat rawat khusus.

Temuan tersebut semakin menambah jumlah daftar penderita HIV/AIDS di Aceh. Angka yang ditemukan sebelumnya oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) berjumlah 46 orang di seluruh Aceh. Dengan ditemukan kasus baru ini, jumlah penderita penyakit mematikan itu menjadi 47 orang.

Temuan penderita di Pidie ini, berawal dari kedatangan pasien ke UGD untuk berobat penyakit paru-paru. Namun setelah sample darahnya diuji di Laboratorium, pasien tersebut positif mengidap virus HIV, bahkan sudah tergolong kronis.

Demikian disampaikan Direktur RSU Sigli dr. Safwan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dr. Faisal di ruang UPDW, didampingi Nuryanti dan Kasi Rawat Inap RSU Sigli, dr.Hj. Cut Rahimah, kemarin.

“Pasien akan segera dirujuk ke RSU Zainal Abidin, Banda Aceh, guna perawatan lebih lanjut,” tambah Nuryanti Petugas Rawat inap yang sempat kaget ketika wartawan mendatangi RSU dan menanyakan hal itu. Ada indikasi, pihak RSU sengaja merahasiakan kasus itu, agar tidak diketahui khalayak ramai.

Menurut Cut Rahimah, pasien itu waktu masuk melaporkan penyakit TB paru. Saat itu pihaknya belum mengetahui dia positif HIV, namun dari tanda-tandanya sudah mulai nampak dengan adanya noda-noda hitam di sekujur tubuhnya. “Meski sudah tahu, penderita dan keluarga tidak mungkin mengakuinya tentang penyakit itu. Baru setelah kita uji diketahui HIV,” terang dokter muda yang sudah melaksanakan ibadah haji ini.

Ditambahkan Faisal, seharusnya pasien itu harus dirawat pada ruang khusus yang disediakan di RSU. Namun, RSU Sigli belum memiliki ruang rawat khusus untuk kasus HIV hingga terpaksa dirawat pada ruang rawat dalam wanita. “Meski tak menular, tetapi kita tetap merawat pasien itu di ruang terpisah sendiri,” terang Kabid pelayanan.

Menurut sejumlah sumber, Fit selama ini pernah tinggal di luar Aceh termasuk di kota Jakarta, sehingga besar kemungkinan dia tertular virus yang belum ada obatnya itu saat berada di luar Aceh. “Dia pernah tinggal di Jakarta beberapa waktu lalu,” terang sumber tadi.

Terkait penyakit itu, Faisal mengatakan tidak perlu ditakutkan akan menular, karena tingkat penularan tidak segampang yang dibayangkan. “Penularannya terjadi dari suntikan, hubungan seks,” ungkap Faisal yang mengatakan tahun ini, RSU Sigli baru mendapatkan satu penderita HIV medio 2010.

Berdasarkan data dari KPA Aceh hingga tahun 2010, belum termasuk yang baru ini, sebanyak 46 kasus HIV di Aceh tersebar di sejumlah daerah, Pidie 3 orang tambah 1 orang ini menjadi 4 orang, Langsa hingga April 2010 sebanyak 7 orang. Lhoksemawe 4 orang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen dan Aceh Besar, masing-masing 3 penderita. Kemudian di Kota Banda Aceh, Aceh Tamiang, Simeulue, Bener Meriah, dan Aceh Tangah, masing-masing ditemukan 2 kasus. Dari semua kasus itu, 15 orang di antaranya meninggal dunia.(*/ha/ari)

KOMENTAR