Seputaraceh

Hasil Pengamatan Hilal di Aceh

Hasil Pengamatan Hilal di Aceh
Hasil Pengamatan Hilal di Aceh

Banda Aceh — Hasil pengamatan hilal (bulan) yang dilakukan badan hisab dan rukyah Provinsi Aceh di pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, tidak terlihat hilal sehingga awal puasa Ramadhan 1433 Hijriyah pada Sabtu (21/7).

“Hasil pengamatan hilal di pantai Lhoknga oleh badan hisab rukyah Aceh, Kamis pada saat matahari terbenam pukul 18.56 WIB maka tinggi hilal pada posisi satu derajat enam menit di atas ufuk,” kata juru bicara Kanwil Kemenag Aceh Juniazi di Banda Aceh, Kamis malam.

Dari pengamatan tinggi hilal tersebut maka tidak terlihat bulan pada Kamis menjelang matahari terbenam di pantai Lhoknga. “Hasil pengamatan itu maka kami akan melaporkan ke panitia sidang Isbat nasional Kemenag di Jakarta,” katanya menambahkan.

Aceh, kata dia, merupakan salah satu dari 18 titik pengamatan hilal yang dilakukan pemerintah untuk menentukan awal Ramadhan 1433 Hijriah. Dan Aceh merupakan wilayah terakhir yang akan melaporkan hasil pemantauan hilal ke Kemenag di Jakarta.

Pengamatan hilal badan hisab dan rukyah di pesisir pantai Lhoknga Aceh Besar itu ikut dihadiri antara lain Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU/MUI) Tgk H Ghazali Muhammad Syam, Ketua Majelis Adat Aceh Badruzzaman, dan Kepala Dinas Syariat Islam.

Selain itu juga sejumlah pimpinan organisasi masyarakat Islam seperti Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali, dan daru unsur Muhammadiyah serta pimpinan pondok pesantren dan bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah.

Karena hilal tidak terlihat, Juniazi menyebutkan bahwa bulan Syakban 1433 Hijriah digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Ramadhan ditetapkan pada Sabtu (21/7).

Dijelaskan, kemungkinan penampakan hilal pada besok (Jumat, 20/7) sore dengan waktu yang sama yakni pukul 18.56 WIB yang akan diamati di pantai Lhoknga dengan ketinggian bulan 11 derajat delapan menit.

“Tapi, untuk keterangan resmi mengenai penetapan awal Ramadhan diumumkan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali di Jakarta,” kata Juniazi menambahkan.

Dipihak lain, ia menyebutkan informasi yang diperoleh memang ada diantara umat Islam di Aceh yang akan melaksanakan awal puasa Ramadhan 1433 Hijriyah pada Jumat (20/7).

“Kami mengimbau umat Islam tidak perlu mempertentangan perbedaan terhadap awal Ramadhan. Sesuaikan dengan keyakinan masing-masing dan tidak perlu dipertentangkan,” katanya mengimbau.

Sementara itu, Ketua PWNU Aceh Tgk Faisal Ali juga mengimbau keluarga besar NU untuk melaksanakan awal puasa 1 Ramadhan 1433 Hijriyah pada 21 Juli 2012. (ant/rol)

Belum ada komentar