Yusuf Mansyur dikenal kalangan luas sebagai sosok ustaz yang selalu mengajak jamaahnya melakukan sedekah. Bagi pria kelahiran Jakarta 1976 ini, sedekah merupakan perkara baik yang mudah dilakukan, namun memberikan pengaruh yang luar biasa kepada pelakunya. Bukan omong kosong dia berkata demikian, kesuksesan dirinya juga diawali dengan sedekah. Bahkan salah satu peserta jamaahnya juga merasakan faedah sedekah.

Yusuf menceritakan, ada seorang jamaah wanitanya berumur 37 tahun dan belum menikah. Suatu waktu si wanita mengikuti seminarnya Yusuf Mansur. Dengan khusyuk si wanita menyimak setiap tausiah yang disampaikan ustaz. Pada waktu itu, Yusuf lagi berceramah tentang keutamaan melakukan sedekah, satu di antaranya adalah sedekah mampu mempercepat seseorang mendapatkan jodoh.

Terobsesi dengan tausiah sang ustaz, usai mengikuti seminar si wanita langsung teringat akan masjid yang berada tidak jauh dari rumahnya. Sambil mengendarai mobil, dia menyempatkan diri untuk bersinggah ke masjid itu sebelum pulang ke rumahnya.

Sesampainya di masjid, si wanita disambut oleh pengurus masjid yang sedang sibuk membersihkan ‘Rumah Allah SWT’ itu. Setelah bercakap ringan, si wanita bertanya kepada pengurus masjid terkait kebutuhan yang diperlukan.

“Kebetulan, kami sedang melelang lantai keramik masjid. Semeternya Rp 150 ribu,” kata Yusuf menirukan jawaban si pengurus masjid.

Mengetahui ada kesempatan untuk bersedekah, si wanita langsung membeli empat meter persegi lantai seharga Rp 600 ribu. Setelah keperluannya di masjid selesai, si wanita segera bergegas mengendarai mobilnya untuk pulang. Sesampainya di rumah, keramik yang dibelinya disimpannya di dalam gudang karena belum memiliki ide untuk memanfaatkanya.

Meski demikian, si wanita tidak menyesal, karena yang terpenting menurutnya adalah bagaimana bisa membelanjakan hartanya di jalan Allah SWT dan untuk kemaslahatan kaum muslimin.

Allah SWT maha mendengar dan maha mengabulkan, melihat keikhlasan sedekah hambanya, Allah akhirnya mengabulkan permintaan hambanya dengan mendatangkan empat pemuda yang sama-sama berniat untuk melamarnya.

“Itulah sedekah,” terang Yusuf Mansur. (merdeka.com)

KOMENTAR