Serang — Mantan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Hasyim Muzadi mengingatkan umat Islam untuk memaknai peringatan Tahun Baru Hijriyah sebagai momentum membangun kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.

“Setelah tujuh tahun Rosululloh berhijrah ke Madinah, ada piagam Madinah yang diantara isinya tidak memaksakan penduduk Madinah saat itu untuk masuk Islam, tetapi mereka tetap dilindungi dan merasa tenteram bersama umat Islam,” kata KH Hasyim Muzadi saat memberikan tausiyah pada peringatan tahun baru 1 Muharam 1434 Hijriyah tingkat Provinsi Banten di alun-alun Barat Kota Serang, Kamis (22/11).

“Toleransi dalam Islam bersama agama lain adalah, kita mempunyai kepribadian dan tidak memaksakan kepribadian kepada orang lain. Tapi kita menghargai hak-hak orang lain dan kita harus berdiri pada prinsip kita sendiri,” kata Muzadi dalam tausiayahnya.

Ia mengatakan, Islam sebagai rahmatan lil alamin harus memberikan dan menjadikan kebaikan bagi seluruh umat manusia serta harus mencari kebenaran di mana pun berada. Toleransi adalah kita tetap menjalankan ajaran agama kita masing-masing dengan baik dan tetap menghargai hak orang lain.

“Kekerasan apapun atas nama agama tidak akan memberikan kesadaran terhadap keimanan dan ketauhidan bagi orang lain. Kita semua islam bukan karena perang tetapi karena kepintaran para wali dengan berbagai ilmu yang dimilikinya,” kata Hasyim.

Menurutnya, dalam hijrahnya Rosululoh ke Madinah, setelah tatanan kemasyarakatan, persatuan antara agama atau pun lintas agama ditegakan, kemudian hukum ditegakan. Sebab hukum, keadilan dan dan kedamaian tidak bisa dipisahkan.

“Umat Islam jangan sampai miskin karena kemiskinan akan mendekatkan kepada kekufuran, baik itu kufur nikmat maupun kufur syariat,” kata Hasim Muzadi dihadapan ribuan warga dan para pejabat Provinsi Banten yang menghadiri peringatan tahun baru hijriyah tersebut.

Sementara itu Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengajak masyarakat Banten menjadikan pergantian tahun baru 1 Muharam 1434 Hijriyah sebagai momentum evaluasi diri.

“Kita jadikan tahun baru hijriyah ini sebagai evaluasi dan introspeksi diri, agar tahun yang baru ini bisa lebih baik lagi segalanya,” kata Ratu Atut Chosiyah.

Ia mengatakan, kita harus mengevaluasi segala amal kebaikan dan kehidupan kita agar di tahun baru bisa lebih ditingkatkan lagi serta melaksanakan target yang belum bisa dilaksanakan pada tahun yang sudah terlewat. Momentum evaluasi diri juga tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar lebih baik lagi.

“Kita harus berhijrah dari kehidupan sebelumnya menjadi lebih baik. Manfaatkan waktu dengan baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik agar tidak menjadi orang-orang yang merugi,” katanya. (ant)

KOMENTAR