Peringatan tsunami di Aceh

Tokyo — Delapan guru sekolah SLTP/SLTA asal Jepang akan berkunjung ke Aceh dan berangkat ke Jakarta, Sabtu (22/12) besok.

Rombongan akan melakukan kegiatan semacam studi banding, sehingga pengalaman bertukar pikiran dengan orang indonesia dapat diceritakan kepada muridnya dan meningkatkan semangat untuk hidup lebih baik lagi bagi mereka di Tohoku khususnya para korban bencana alam 11 maret tahun lalu.

“Idenya dari badan kerjasama internasional (JICA) untuk kunjungan ke Indonesia dan ini kedua kali. Pertama kali tahun lalu bersama pers Jepang dan TV NHK, tapi kali ini tanpa pers,” papar Uchijima Mitsutaka, staf JICA Tohoku, Kamis (20/12).

Delapan guru itu dari daerah Iwate, Yamagata dan Miyagi. mereka adalah guru sekolah SLTP/SLTA di sana. Pemilihan guru-guru itu berdasarkan aplikasi yang masuk ke JICA, dipilih delapan orang saja pada akhirnya. Selain ke Indonesia ada pula rombongan yang ke Sri Langka juga sebanyak 8 orang guru.

Di Indonesia mereka akan mengunjungi tempat tsunami di Aceh, berdoa dan mengheningkan cipta di tempat para korban tsunami. Juga akan berdiskusi dengan rakyat setempat.

Kemudian mengunjungi SMA 2 dan SMK 1 di Aceh, juga politeknik Aceh. Kemudian ke hutan mangrove di Lambada Lhok. Dilanjutkan pertemuan dengan komunitas wanita tuna di Lampulo, sekolah di Peukan Bada, dan mengunjungi tempat pemandian air panas Ie Suum di Krueng Raya.

Pada hari kamis 27 Desember sore balik ke Jakarta dan keesokan hari melakukan workshop dengan The Japan Foundation Jakarta, sekolah Al-Azhar serta beberapa NGO indonesia. Pada tanggal 29 desember malam kembali ke Jepang

“Mudah-mudahan dengan kunjungan kali ini mereka membawa banyak pengalaman yang bisa di nalarkan kepada para anak didiknya di sekolah masing-masing sehingga mereka bisa semakin semangat dalam kehidupannya,” papar Uchijima lagi. (tribunnews.com)