Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berupaya meningkatkan sarana pelayanan kesehatan masyarakat, salah satunya melalui penambahan fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon, kata bupati Nasaruddin.

“Program pengembangan badan layanan umum (BLU) Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru menjadi komitmen kami sebagai salah satu upaya bersama meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya di Takengon, Selasa (20/3).

Hal tersebut disampaikan bupati didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkab Aceh Tengah di sela-sela meresmikan operasional ruang operasi dan VIP Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon.

Apalagi, kata bupati, RS Datu Beru telah ditetapkan sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan regional wilayah tengah. Karenanya untuk memberikan pelayanan optimal harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.

“Selama ini ruang operasi dua unit dalam kondisi relatif kurang representatif, termasuk ruangan rawat inap pasien yang terbatas. Dengan tambahan ruangan baru tersebut akan semakin memudahkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis,” kata Nasaruddin.

Penambahan sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan kesehatan, menurut bupati, sebagai salah satu butir pelaksanaan misi daerah dari pemerintahannya. “Kami terus berupaya dan mendukung manajemen rumah sakit untuk terus mencari sumber pembiayaan yang diharapkan mampu membantu pengembangan rumah sakit ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur BLU RS Datu Beru Hardy Yanis mengatakan, ruang operasi tersebut dibangun dua tahap yang bersumber dari APBN dan total anggaran senilai Rp. 4,3 miliar. Tahap pertama Rp. 2,2 miliar (2009) dan kedua Rp. 2,1 miliar (2011).

Ia mengatakan, untuk ruang rawat VIP dibangun dengan nilai Rp. 3 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus pada 2011. “Selain dibangun dengan biaya relatif besar kedua gedung itu sudah dilengkapi fasilitas yang lebih representatif,” tukasnya. (komhukum)