Banda Aceh – Arus mudik Idul Fitri 1431 Hijriyah dari Banda Aceh ke berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh diperkirakan mulai padat pada H-2 lebaran.

“Kami perkirakan arus mudik puncaknya dua atau sehari menjelang lebaran. Selama puasa (1 hingga 21 Ramadhan), jumlah penumpang tidak memenuhi target atau paling ada dua atau tiga orang/hari per-trip,” kata seorang sopir bis jenis L-300 Syaiful di Banda Aceh, Selasa (31/8/2010).

Syaiful, sopir angkutan umum jurusan Banda Aceh-Bireuen menyatakan minimnya penumpang pada bulan puasa itu dikeluhkan para sopir angkutan umum yang beroperasi wilayah ini.

“Mau bagaimana lagi, sudah pekerjaan kami sebagai sopir. Jadi apa pun keadaanya harus diterima dengan lapang dada. Hingga saat ini, rasanya untuk membeli pakaian baru anak-anak yang merayakan lebaran belum tersedia karena tidak ada uang,” kata dia menjelaskan.

Bahkan, tambahnya, beberapa mobil angkutan umum jenis L-300 yang selama ini melayani warga ke berbagai jurusan di Aceh terpaksa “menggudangkan” armadanya karena tidak ada penumpang.

Minimnya penumpang tersebut diperkirakan sebagian besar warga menggunakan kendaraan pribadinya untuk mudik ke kampung halaman mereka masing-masing.

“Kami sudah menyiapkan sepeda motor untuk mudik ke kampung, karena selain situasi keamanan yang sudah kondusif juga lebih santai sambil menikmati suasana puasa di sepanjang perjalanan,” kata Wahidin yang mengaku akan mudik ke Aceh Tamiang pada H-2 Lebaran Idul Fitri.

Sementara itu, petugas loket bus Grup Kurnia, T Marwan menyebutkan sekitar 1.000 tiket sudah dibooking oleh para pemudik ke berbagai kota dan kabupaten di Aceh.

“Kendati tiket dibooking sudah mencapai 1.000 lembar, namun kami perkirakan jumlah pemudik lebaran 2010 itu lebih sedikit dibanding hari raya sebelumnya,” kata dia.(*/ha/ant)

KOMENTAR