Banda Aceh – Kementrian Informasi dan Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (Bema)  IAIN Ar-Raniry meluncurkan (launching) Majalah Jurnal Poin dan menyelenggarkan bedah majalah edisi perdana di kampus Muharram Journalis Collage (MJC), Banda Aceh, Sabtu (17/4/2010).

“Jurnal Poin adalah media alternatif bagi mahasiswa yang mau mengembangkan bakat menulis dan sarana komunikasi antar mahasiswa dengan pihak rektorat,” ungkap Jufrizal, Pimpinan Redaksi Majalah Jurnal Poin.

Jufrizal yang juga kontributor kantor berita Aceh Feature, mengatakan media ini akan memprioritas gaya penulisan bertutur. “Media ini bukan milik Bema IAIN Ar-Raniry, tetapi milik mahasiswa keseluruhan.”

Acara bedah itu menghadirkan dua pemateri bedah, yakni Muhammad Hamzah dari Harian Suara Pembaruan mengkritisi masalah tata bahasa dan Fakrurrazi Gade dari Aceh Kita. com membedah masalah tata letak atau layout Majalah Jurnal Poin.

“Media adalah senjata mahasiswa untuk mengkritisi kebijkan. Kami sebagai pelaku media memberikan apresiasi kepada crew Jurnal Poin, karena media kampus lebih bebas menuangkan pemikirannya dari pada media lainnya,” kata Muhammad Hamzah, dalam kata sambutannya mewakili Aliansi Jurnalist Independen.(*/ha/crd)

KOMENTAR