Kabar yang menimpa Twitter akan membuka layanan premium, tidak berhenti begitu saja. Setelah sempat dihebohkan awal Mei kemarin, saat Dick Costolo, CEO Twitter tampil di konferensi bisnis Wired, Selasa (01/05), di New York, Amerika Serikat.

Setelah sempat beredar kabar tersebut secara meluas, dalam akun Twitter @dickc akhirnya mengklarifikasi terhadap apa yang sempat diucapkannya waktu lalu, sampai-sampai dia menyematkan tagar #lookatthetranscript.

“Desainer kami saat ini sedang bekerja untuk itu. Namun saya tak tahu tampaknya akan seperti apa. Saya hanya bisa membayangkan,” ujar Dick Costolo pada Selasa sore dalam konferensi tersebut.

Namun, seperti yang dilansir oleh Mashable, Costolo mengritik beberapa media yang menyebutkan dan mengutip bahwa ke depan pengguna Twitter akan memiliki Twitter berbayar atau versi premium.

Dalam status akun Twitter-nya, Costolo juga menuliskan kepada @Leeroy7Com @heykim Not only did I NOT say that, i explicitly said not to take my comments to mean anything like this. #lookatthetranscript.

Kelihatannya apa yang sedang dikembangkan oleh Twitter ke depan begitu banyak mendapatkan perhatian dari penikmat jejaring sosial dan media,  Eli Langer dari CNBC juga mengatakan apa yang dilakukan Twitter kali ini mirip dengan keberadaan sebuah produk dari brand tertentu.

“Similar to how we see brands have the ability to pin tweets, go into analytics, will we ever see an individual be a pro user and be able to pay to be a pro user and have access to those benefits?” ujarnya. (*/afi/mashabel)

 

KOMENTAR